Tiket Asli Pertandingan Persib VS Persija Baru Dicetak Hari Minggu Besok
January 10, 2026 06:35 AM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Lutfi Ahmad Mauludin

TRUBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Calo tiket masih jadi persolan setiap menjelang laga Persib Bandung, apalagi di saat menghadapi tim besar, seperti lawan Persija Jakarta, di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (11/1/2025).

Seperti saat menjelang laga besar ini, Persib menghadapi Persija Jakarta, tiket sudah terjual habis, namun banyak Bobotoh yang masih memburu tiket laga besar tersebut.

Sehingga tidak menutup kemungkinan kembali terdapat praktek percaloan tiket, seperti di laga-laga sebelumnya, meski tiket kini sudah dijual secara online.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengungkapkan, jujur sebenarnya pihaknya itu bingung.

"Kalau banyak calo yang jualan, tapi kami belum cetak, jadi jualan apa mereka. Biasanya tiket baru dicetak H-1, dini hari baru sampai kantor, jadi kalau ada pertndingan hari Minggu, tiket itu baru nyampe jam 2 pagi," kata Adhitia, di Padel Plus, Kota Bandung, Jumat (8/1/2025).

Baca juga: Nobar Persib vs Persija di Tasikmalaya Digelar Viking, Dihadiri 1.500 Bobotoh

Menurut Adhitia, jadi kalau ada calo yang jualan, pihaknya bingung mereka jualan apa.

"Cuman, gini, ada orang-orang, pihak- pihak yang mencoba memperkeruh atau mencari keuntungan dari kegiatan ini. Mungkin teman-teman tahu ada yang bikin sampai website bodong, ada yang berintegrasi ke sistem payment," kata Adhitia.

Pihaknya bingung, kata Adhitia,  tiketnya belum ada, tiketnya aja belum dicetak, jadi mau jualan dari mana, itu yang pertama.

"Yang kedua kami juga sudah menyampaikan, saya akan naif kalau bilang calo hilang 100 persen, yang bisa hilang yang saya tahu hanya meminimalisir, dengan adanya tiket online satu KTP, satu ID, satu tiket," kata dia.

Tetapi kata Adhitia, ini kembali ke perilaku masing masing.

"Kaya gini aja ya, kalau ada 100 orang yang jadi calo, apa yang akan mereka lakukan, buat satu grup, KTP valid, Email valid, submit, jadi pembeli, valid semuanya. Tiketnya dapat masing masing satu, betul, lalu dikumpulkan ke satu orang, jadi calo jualan sendirian," katanya.

Jadi, kata Adhitia, calo itu tidak hanya diselesaikan oleh sistem, sistem hanya membantu menutup kemungkinan tetapi kembali lagi ke kebiasaan.

"Makanya kami mengimbau apabila ada Bobotoh yang melihat calo, laporkan ke kami, tim cs-nya kami, bahkan di hari H kami akan menyisir sekitaran GBLA untuk mencari. Ada dua kemungkinan, apakah itu benar calo, atau jualan tiket palsu," katanya.

Menurut Adhitia, karena banyak juga yang jual tiket palsu yang beredar, jadi pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

"Kami akan mennyisir, jika ditemukan ada calo, yang tiketnya sampai bejibun, akan kami bawa dan diintrograsi, ini dapatnya dari mana karena kami ingin mencari tahu siapa sumber calo ini," tuturnya.

Bisa jadi kata Adhitia, banyak orang jadi harus cari tahu, meski tak mau suudzon terlebih dahulu, termasuk akan menindak tiket palsu.

"Kami akam coba tangkap, dan intrograsi, dan itu salah satu komitmen kita lah membantu menyelesaikan masalah calo ini," ucapnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.