BANJARMASINPOST.CO.ID - KALIMANTAN Selatan saat ini tengah berduka. Hampir semua kawasan terendam banjir. Bahkan beberapa wilayah bahkan air tergenang selama berminggu-minggu hingga bulanan. Peristiwa ini pun menimbulkan keprihatinan bagi kita semua.
Imbas dari banjir ini pun tak hanya kerusakan pada infrastruktur seperti sekolah, rumah warga hingga jalan. Namun di bidang ekonomi pun juga terdampak. Kebun-kebun hingga sawah warga terendam yang berujung pada gagalnya panen.
Banjir juga mengancam kesehatan warga. Sekarang saja sudah mulai bermunculan keluhan penyakit kulit hingga diare dan lainnya.
Kadinkes Provinsi Kalsel, dr Diauddin juga tak menampik sebagian besar penyakit yang menyerang korban banjir di Kalsel adalah kutu air. Penyebabnya dikarenakan kaki yang terlalu sering atau lama berendam di tengah genangan banjir. Dinas Kesehatan pun saat ini telah melakukan pembagian obat-obat salep di beberapa titik.
Kesehatan warga terdampak banjir ini pun menjadi perhatian Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang melakukan kunjungan ke korban terdampak banjir di Kabupaten Banjar dan Balangan.
Bahkan Wapres meminta agar layanan dasar di posko pengungsian, mulai dari penyediaan makanan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan sanitasi betul-betul diperhatikan. Pos kesehatan pun diminta aktif 24 jam.
Dampak banjir memang harus menjadi perhatian bersama, selain penanganan penyebab banjir itu sendiri. Sebab, kondisi itulah yang saat ini mengancam hidup warga.
Jangan sampai, para korban banjir ini makin merana karena bencana banjir yang telah membuat rumah mereka tidak bisa ditinggali secara nyaman, jalan-jalan rusak dan aktivitas terhambat. Namun memastikan kesehatan para korban banjir ini tentu bukan perkara sederhana. Perlu kerja sama semua pihak.
Tidak cukup membagikan sembako dan obat yang dibutuhkan, tapi juga memastikan pelayanan kesehatan tersedia dan bisa diakses tepat waktu. Tentu saja, pro aktif petugas dalam hal ini paratenaga kesehatan sangat diharapkan.
Demikian pula pemerintah harus lebih peka terhadap kesehatan warga terdampak banjir. Bisa melibatkan pihak lainnya untuk menjaga kesehatan warga. Mahasiswa kedokteran hingga para dokter bisa lebih dilibatkan menjaga kesehatan warga terdampak banjir.
Termasuk para psikolog untuk melakukan pendampingan kepada para korban banjir. Semoga banjir ini cepat berlalu. (*)