TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Transmigrasi sekaligus HUT ke-23 Desa Sanur, menjadi momentum refleksi perjalanan panjang masyarakat transmigran di Desa Sanur, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, yang berhasil mengubah kawasan hutan dan lahan terbuka menjadi desa mandiri dan pusat pertumbuhan ekonomi.
Kepala Desa Sanur, Abdurrohim, mengatakan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat akan perjuangan para transmigran generasi awal, yang membangun desa dari nol dengan segala keterbatasan.
“Ini menjadi momentum refleksi bahwa Desa Sanur yang dulunya kawasan hutan dan permukiman transmigrasi, kini terus berkembang menjadi desa yang maju dan berdaya saing,” ujar Abdurrohim kepada TribunKaltara.com, Sabtu (10/01/2026).
Desa Sanur tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang program transmigrasi.
Pada masa awal, para transmigran harus berjuang membuka lahan, membangun permukiman, serta menata kehidupan baru di tengah minimnya infrastruktur, akses ekonomi, dan pelayanan publik.
Baca juga: Bupati Nunukan Beber Penyebab Kelangkaan BBM, Pastikan Distribusi Segera Normal
Semangat gotong royong dan kebersamaan menjadi modal utama masyarakat dalam membangun wilayah secara bertahap.
Seiring waktu, hasil perjuangan tersebut mulai menunjukkan dampak nyata.
Pengelolaan lahan perkebunan plasma yang merupakan bagian dari pembagian tanah transmigrasi berkembang menjadi sektor unggulan dan menjadi penopang utama perekonomian masyarakat hingga saat ini.
Abdurrohim menegaskan bahwa nilai-nilai transmigrasi masih tertanam kuat dalam kehidupan sosial masyarakat Desa Sanur.
“Kerja keras, ketekunan, dan persatuan yang diwariskan sejak masa transmigrasi menjadi fondasi utama pembangunan desa yang berkelanjutan,” tutur Abdurrohim.
Sejak resmi menjadi desa, Sanur terus menunjukkan perkembangan signifikan, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, penguatan ekonomi desa, hingga tumbuhnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Berbagai capaian tersebut menjadi indikator kemajuan desa menuju kemandirian.
Dalam rangkaian peringatan HUT ke-75 Transmigrasi dan HUT ke-23 Desa Sanur, Pemerintah Desa Sanur bersama Karang Taruna menggelar pesta rakyat yang diisi 18 jenis kegiatan.
Kegiatan tersebut meliputi event olahraga, seni dan budaya, hingga aktivitas komunitas dan penggiat hobi seperti lomba burung berkicau dan lomba memancing.
“Kegiatan ini merupakan agenda rutin dua tahunan untuk mengenang perjalanan sejarah Desa Sanur, dalam bertransformasi menjadi desa mandiri dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Sebuku dan sekitarnya,” ungkapnya.
Selain Pemerintah Desa, pemuda desa juga aktif berpartisipasi dalam peringatan HUT Desa Sanur.
Ketua Pemuda Karang Taruna, Adnan Kasogi, menyampaikan pandangannya mengenai peran pemuda dalam menjaga semangat kebersamaan dan mendukung pembangunan desa.
“Sebagai Pemuda Karang Taruna, kami bangga dapat berpartisipasi dalam peringatan Hari Ulang Tahun Desa Sanur ke-23 dan Hari Bhakti Transmigrasi ke-75.
Melalui Pesta Rakyat ini, kami ingin menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan antarwarga, serta memberikan wadah bagi pemuda untuk berkreativitas dan berperan aktif dalam pembangunan desa. Kami berharap kegiatan ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mempertahankan nilai-nilai transmigrasi seperti kerja keras, ketekunan, dan persatuan.” pungkas Adnan.
Di akhir peringatan, Pemerintah Desa Sanur mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dan kebersamaan sebagai modal utama melanjutkan pembangunan menuju Desa Sanur yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
(*)
Penulis: Febrianus Felis