Kisah di Balik Hadirnya Kitokombucha Minuman Sehat di Bengkulu, Berawal dari Asam Lambung Sang Owner
January 10, 2026 05:34 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni 

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Berawal dari pengalaman pribadi merasakan manfaat kesehatan, Kitokombucha hadir sebagai salah satu produk minuman sehat lokal di Kota Bengkulu.

Usaha ini dirintis oleh Maya Trisnawati Simanjuntak lulusan Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Bengkulu angkatan 2012 yang lulus pada tahun 2016.

Maya menuturkan, Kitokombucha mulai diproduksi sejak awal Maret 2025.

Ide usaha tersebut muncul setelah dirinya rutin mengonsumsi kombucha setiap hari selama empat bulan.

Dari konsumsi rutin tersebut, ia merasakan perubahan signifikan pada kondisi kesehatannya, terutama dalam membantu mengurangi gejala GERD atau asam lambung yang cukup parah.

"Kombucha sangat membantu saya. Selain mengurangi asam lambung, minuman ini juga membantu melancarkan pencernaan saya dan anak saya. Bahkan membantu menyembuhkan jamur kulit di kaki suami saya," kata Maya kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (10/1/2026).

Kombucha merupakan minuman teh fermentasi yang dibuat menggunakan SCOBY atau symbiotic culture of bacteria and yeast.

Baca juga: Wedang Uwuh Rempah Nusantara di Tebeng Bengkulu, Minuman Tradisional Menyehatkan Harga Terjangkau

Minuman ini memiliki rasa asam segar dan dikenal kaya akan antioksidan, probiotik, asam asetat, asam laktat, serta enzim yang baik bagi tubuh.

Kombucha dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan usus, menyeimbangkan bakteri baik, mendukung kesehatan lambung, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu menurunkan kadar gula darah, serta membantu proses detoksifikasi tubuh.

Kitokombucha menghadirkan lima varian rasa, yakni original kombucha teh hitam, original kombucha teh hijau, kombucha telang jahe, kombucha kunyit serai, dan kombucha nanas.

Produk ini tersedia dalam tiga ukuran, yaitu 250 mililiter seharga Rp15 ribu, 500 mililiter Rp30 ribu, dan 1 liter Rp60 ribu.

Dalam proses produksinya, kombucha difermentasi selama 12 hingga 14 hari.

Setiap kali panen, Maya selalu memastikan kualitas dengan mengecek kadar gula menggunakan BRIX meter dan tingkat keasaman atau pH. 

"BRIX kami jaga di angka 6 hingga 6,5 dan pH di kisaran 2,8 sampai 3,5 agar aman dan layak konsumsi," jelasnya.

Untuk pemesanan, Kitokombucha dapat dipesan melalui Instagram di akun @kitokombucha, TikTok, WhatsApp, maupun Shopee.

Khusus di Kota Bengkulu, konsumen bisa melakukan pengambilan mandiri atau menggunakan layanan ojek online. 

"Produk Kitokombucha juga tersedia di Belungguk Point yang berlokasi di depan Universitas Muhammadiyah Bengkulu, seberang Kejaksaan Tinggi Bengkulu, dengan layanan cicip kombucha gratis bagi pengunjung," tukasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.