Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Dua pemuda di Kota Bengkulu, Edo Rahman (20) dan Rafles Habib (20), menjadi korban penusukan saat menunggu matahari terbit atau saat fajar di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah, Sabtu (10/1/2026).
Dari informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, kejadian bermula saat Edo Rahman, seorang mahasiswa yang berdomisili di Desa Pasma Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan, bersama Rafles Habib, warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, memutuskan untuk pergi ke danau setelah nongkrong di salah satu kafe kawasan Pantai Panjang.
Usai nongkrong, kelimanya melanjutkan perjalanan ke Danau Dendam Tak Sudah untuk menunggu sunrise sekitar pukul 05.00 WIB.
Tak lama kemudian, sekitar 10 orang yang mengendarai sepeda motor menghampiri dan menggeber motor mereka dari belakang.
Baca juga: Pengeroyokan di Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu, Dua Pemuda Terluka Parah
Salah satu korban kemudian menanyakan maksud pelaku, namun diduga karena tidak senang ditanyai, salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan langsung menyerang korban. Pelaku lainnya kemudian ikut melakukan pengeroyokan.
Akibatnya, Edo Rahman mengalami luka tusuk di bagian belakang tubuh akibat senjata tajam jenis keris, namun sempat melarikan diri ke arah bawah jembatan yang ada di lokasi.
Sementara itu, Rafles Habib mengalami luka lebih banyak, termasuk tusukan di paha dan perut, luka gores di dekat mata, luka pada tangan, serta bengkak di beberapa bagian tubuh akibat pukulan pelaku.
Teman-teman korban yang lain berhasil melarikan diri karena melihat pelaku membawa senjata tajam.
Salah satu teman korban, Wilman (23), menjelaskan bahwa setelah diserang, kedua korban berusaha menyelamatkan diri dan kemudian menghubungi dirinya untuk meminta pertolongan.
"Setelah saya dihubungi, saya langsung menjemput mereka dan membawa ke rumah sakit supaya segera mendapatkan perawatan medis," ujar Wilman saat ditemui, Sabtu (10/1/2026).
Setelah mendapatkan penanganan medis awal, sekitar pukul 10.00 WIB, kedua korban melaporkan peristiwa penusukan tersebut ke Polresta Bengkulu.
Hingga siang hari, korban masih berada di ruang penyidik untuk dimintai keterangan terkait kronologi kejadian.
"Selain melaporkan penusukan yang dialaminya, korban juga melaporkan soal HP korban yang diduga diambil oleh mereka," kata Wilman.
Berdasarkan keterangan sementara korban, mereka tidak mengenali satu pun pelaku.
Para pelaku datang secara bergerombol dan langsung menyerang tanpa banyak bicara.
Dari sekitar 10 orang yang datang, korban mengingat setidaknya ada dua orang yang secara aktif menyerang menggunakan senjata tajam.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini