Sulawesi Utara diguncang gempa bumi berkekuatan 7,1 SR, Sabtu (10/1/2026) malam.
Gempa yang berpusat di laut dengan kedalaman 17 km tersebut terjadi pada pukul 22.58 Wita.
Pusatnya berada di 52 km bagian Tenggara Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulut.
Jarak antara Manado dan Melonguane kurang lebih 335,15 km.
Guncangan gempa bahkan terasa hingga daerah Ternate, Maluku Utara.
Gempa tersebut masuk dalam kategori gempa besar yang bisa mengakibatkan kerusakan serius.
Besaran gempa yang terukur melalui Skala Magnitudo dinyatakan dalam bilangan bulat dan pecahan desimal.
Mengutip Michigan Technological University, besaran magnitudo lainnya di antaranya:
- Magnitudo 2.5 sampai 5.4 menyebabkan kerusakan ringan,
- Magnitudo 5.5 sampai 6.0 mengakibatkan kerusakan ringan bangunan,
- Magnitudo 6.1 hingga 6.9 menyebabkan banyak kerusakan di daerah yang sangat padat penduduk,
- Magnitudo 7,0 hingga 7,9 tergolong gempa besar yang mengakibatkan kerusakan serius.
- Magnitudo 8.0 atau lebih, termasuk gempa besar ini bisa menghancurkan wilayah pusatnya.
Terkait gempa yang terjadi di Sulawesi Utara, belum diketahui apakah ada kerusakan bangunan atau tidak.
Sebelumnya gempa dengan kekuatan serupa juga pernah melanda beberapa daerah di Indonesia.
Dampak dari gempa tersebut bahkan menyebabkan bangunan rusak hingga roboh dan menelan korban jiwa.
Daerah mana saja yang pernah dilanda gempa 7.0 SR?
1. Gempa bumi Kepulauan Mentawai April 2023
Gempa bumi di Sumatra April 2023 adalah gempa bumi berkekuatan 7,1 SR.
Gempa bepusat di wilayah barat laut Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Indonesia pada 25 April 2023 pukul 03:00 WIB.
Kedalamannya yaitu 34 km.
Saat itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Pulau Tanabala, dan kemudian berakhir dua jam setelah gempa bumi.
Hingga pukul 06:20 WIB, telah terjadi sembilan kali gempa susulan dengan kekuatan terbesar Magnitudo 5.
Tsunami terjadi di Pulau Tanabala pada pukul 03:17 WIB (17 menit setelah gempa terjadi) dengan ketinggian 11 cm.
Setidaknya satu rumah roboh dan dua rumah sakit dan satu sekolah rusak di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Pemadaman listrik berdampak pada lebih dari 89.000 rumah di provinsi Sumatera Barat dan Sumatera Utara.
Gempa bahkan dirasakan sampai negara Malaysia dan Singapura.
2. Gempa bumi Laut Maluku November 2019
Gempa bumi Laut Maluku November 2019 adalah sebuah gempa bumi bermagnitudo 7,1 SR.
Gempa yang melanda perairan Laut Maluku, Indonesia pada tanggal 15 November 2019, Pukul 00.17 Waktu Indonesia Tengah.
Pusat gempa berada di 134 km barat laut Jailolo, Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara dengan kedalaman 33 km.
Guncangan gempa ini dirasakan hingga Manado serta Gorontalo dan berpotensi tsunami tetapi kemudian dicabut.
Sedikitnya satu orang meninggal akibat serangan jantung di Jailolo, dan 3 orang lainnya terluka.
3. Gempa bumi Jawa Barat 2009
Gempa bumi Jawa Barat atau (Gempa bumi Pangalengan 2009) adalah gempa bumi bermagnitudo 7.0 SR.
Gempa terjadi pada hari Rabu, 2 September 2009, pada bulan (12 Ramadhan/Puasa 1430 H) pukul 14:55:21 WIB.
Pusatnya berada di perbatasan antara wilayah Kabupaten Garut dan Cianjur, sekitar 142 km barat daya Kabupaten Tasikmalaya.
Getaran dirasakan di seluruh wilayah pulau Jawa bahkan terasa hingga sejauh Bali dan Lampung.
Peristiwa ini merupakan gempa paling dahsyat di Jawa Barat hingga dilampaui oleh Gempa bumi Cianjur 2022.
Sedikitnya 81 orang tewas, lebih dari 1.297 orang luka-luka, 210.000 orang mengungsi.
Sebagian besar kerusakan dan korban jiwa berada di provinsi Jawa barat, termasuk sedikitnya 30 orang tewas dan 27 orang hilang akibat tanah longsor di Cikangkareng, Kabupaten Cianjur.
Di Jakarta gedung bertingkat dilaporkan bergoyang akibat gempa selama satu menit, dan banyak bangunan di Jakarta mengalami kerusakan dan retak-retak, termasuk sebuah Mall Plaza di Semanggi.
Guncangan gempa bumi ini dilaporkan BMKG telah dirasakan masyarakat di seluruh pulau Jawa hingga Bali dan Lampung.
Akibat guncangan gempa bumi tersebut, beberapa saat setelah puncak gempa terjadi sebuah tebing perbukitan di Desa Cikangkareng, Cibinong, Cianjur longsor menimbun permukiman penduduk di Dusun Babakan Caringin.
Sekitar lima hektar perkampungan itu tertimbun bebatuan dengan ukuran mulai dari sebesar kerikil hingga sebesar mobil.
Sebanyak 27 orang ditemukan tewas dan diduga masih terdapat 42 korban yang tertimbun.
Sisa longsoran setebal 15-30 meter itu kini dijadikan kuburan masall.
Gempa bumi ini dinyatakan berpotensi tsunami oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sehingga dikeluarkan peringatan dini tsunami.
Kemudian tak beberapa lama dicabut setelah tsunami kecil setinggi 100 cm terpantau di pesisir Pameungpeuk, Garut, 20 cm di Pangandaran dan 15 cm di Palabuhanratu, Sukabumi.