Cegah Konsumsi Pangan Haram, MUI Minta Anak Muda Kritis Pesan Makanan di Aplikasi Digital
January 11, 2026 03:30 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Niam Sholeh, mengingatkan generasi muda agar lebih peduli terhadap kehalalan makanan di tengah kemudahan akses pangan berbasis aplikasi digital.

Menurutnya, isu halal merupakan persoalan strategis yang menyentuh inti ajaran agama Islam.

"Isu halal ini sering saya sebut sebagai separuh urusan agama. Ketika kita concern pada halal, berarti kita sudah masuk pada separuh urusan agama. Separuh yang lain adalah haram, karena urusannya halal dan haram," ujar Asrorun.

Hal tersebut disampaikan Asrorun Niam pada ajang Gen Halal Championship 2025 yang digelar di Bogor, Sabtu (10/1/2026).

Asrorun menyoroti perubahan pola konsumsi masyarakat setelah pandemi Covid-19.

Baca juga: Apakah Islam Boleh Merayakan Tahun Baru Masehi? MUI dan Kemenag Beri Jawaban

Kemudahan memesan makanan lewat aplikasi, menurutnya, menjadi tantangan bagi generasi Z yang sangat akrab dengan teknologi digital.

"Sekarang kita sudah mager, pesan makan cukup lewat aplikasi. Gen Z ini sangat familiar dengan teknologi digital, termasuk urusan pangan. Tapi kalau tidak disertai literasi halal yang memadai, kita bisa terjebak pada sesuatu yang haram tanpa kita sadari," ujarnya.

Ia mencontohkan, masyarakat kerap memesan makanan hanya berdasarkan tampilan dan rasa, tanpa memastikan aspek kehalalannya.

"Kita order saja, ‘Oh ini enak nasi goreng.’ Padahal bisa jadi nasi gorengnya haram. ‘Oh saya pesan nasi goreng ayam.’ Tapi sudah diperiksa belum siapa yang menyembelih, bagaimana prosesnya, dan lain sebagainya?" tuturnya.

Asrorun meminta anak muda untuk lebih kritis dengan memastikan adanya sertifikat halal atau keterangan kehalalan pada aplikasi pemesanan makanan.

Langkah ini untuk mencegah konsumsi makanan haram bagi anak muda. 

"Yang paling sederhana, pastikan warungnya sudah bersertifikat halal. Masalahnya, di aplikasi sering tidak ada verifikasi atau notifikasi halal. Ini tantangan sekaligus peluang," katanya.

Dirinya mengajak generasi milenial dan Gen Z untuk mengambil peran aktif dengan menghadirkan solusi berbasis teknologi.

"Kalau ada di antara Gen Z yang punya kemampuan mengembangkan platform digital khusus produk pangan halal, itu luar biasa. Ini bagian dari layanan alternatif untuk membangun literasi halal berbasis teknologi digital," pungkasnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.