Pesan Megawati di HUT ke-53 PDIP: Hentikan Logika Kapitalisme Eksploitatif
January 11, 2026 03:30 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri mengeluarkan peringatan keras bagi umat manusia terkait ancaman pemanasan global yang telah memasuki fase darurat. 

Dia menegaskan bahwa bumi saat ini sedang menghadapi ancaman terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia.

Hal itu disampaikan Megawati dalam pidato politiknya pada pembukaan Rakernas I dan HUT ke-53 Partai di Beach City International Stadium (BCIS), Jakarta, Sabtu (10/1/2026).

Megawati turut menyoroti data ilmiah yang menunjukkan bahwa bumi kini lebih panas dibandingkan seratus ribu tahun terakhir. Dimana, Peningkatan suhu global yang telah melampaui ambang kritis 1,5 derajat celcius dibandingkan masa pra-industri.

Dia menilai hal tersebut sebagai isyarat keras bahwa peradaban manusia sedang menuju titik kehancuran jika tidak segera dilakukan perubahan arah yang radikal.

Baca juga: Megawati Soekarnoputri Singgung Regulasi Karpet Merah Pemicu Bencana Sumatera 

"Memasuki tahun 2024, suhu global bahkan telah melampaui ambang satu setengah derajat Celsius dibandingkan masa pra-industri-sebuah batas kritis yang selama ini diperingatkan oleh ilmu pengetahuan. Sebagian ilmuwan bahkan menyebut fase ini sebagai awal keteruraian besar peradaban manusia," tegas Megawati.

Menurut Presiden ke-5 RI ini, rentetan bencana alam seperti badai, banjir, dan kekeringan ekstrem yang menghantam dunia, termasuk Indonesia, bukan sekadar fenomena alam biasa. 

Mengawati kembali menilai hal tersebut merupakan dampak nyata dari kegagalan manusia dalam merawat bumi dan kegagalan menempatkan keselamatan rakyat di atas logika kapitalisme yang eksploitatif.

"Ini adalah isyarat keras tentang masa depan yang jauh lebih katastrofik, apabila umat manusia gagal mengubah arah peradabannya-gagal menghentikan pemanasan global, gagal mengubah cara memperlakukan alam, dan gagal menempatkan keselamatan rakyat di atas logika kapitalisme yang eksploitatif," tambahnya.

Megawati juga mengungkapkan kegelisahan generasi muda yang kini hidup dalam ketidakpastian memandang masa depan bumi yang merosot tajam. 

Mengutip data ilmiah terkini, Megawati mengingatkan bahwa titik-titik kritis lingkungan seperti mencairnya es dan hilangnya keanekaragaman hayati mungkin sudah tidak dapat dipulihkan kembali.

Melalui forum Rakernas I ini, Megawati mengajak seluruh elemen bangsa dan kader PDI Perjuangan untuk tidak hanya diam. 

Dia turut menekankan pentingnya keberanian untuk berdiri di pihak kebenaran ekologis demi mencegah kehancuran peradaban yang lebih luas.

Sebagai informasi, dalam rangkaian HUT ke-53 dan Rakernas I ini, DPP PDIP mengusung tema "Satyam Eva Jayate" dengan subtema "Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya".

Satyam Eva Jayate adalah semboyan berbahasa Sanskerta yang berarti "Kebenaran akan Menang". 

Sementara subtema "Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya" dikutip dari lagu kebangsaan Indonesia Raya karya W.R. Supratman, yang menggambarkan daya tahan (resilience) yang menyertai kebenaran tersebut.

Rangkaian agenda dimulai dari Pembukaan HUT ke-53 PDIP pada 10 Januari dan dilanjutkan dengan Rakernas hingga 12 Januari 2026. Agenda ini dihadiri oleh pengurus pusat, pengurus daerah (Ketua, Sekretaris, Bendahara) tingkat provinsi/kabupaten/kota, anggota DPR RI Fraksi PDIP, DPRD, serta kepala daerah/wakil kepala daerah dari PDIP. 

Rakernas ini merupakan tindak lanjut strategis dari hasil Kongres VI PDIP yang dilaksanakan pada Agustus 2025 lalu.

 

 

 

 

 

 

Keterangan foto:

HUT DAN RAKERNAS PDIP - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dalam pidato pembukaan Rakernas I Tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Sabtu (10/1/2026). (Dok. PDIP/ Monang Sinaga).

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.