8 Alasan Alpukat Cocok Dikonsumsi Saat Diet Penurunan Berat Badan
Tribun January 11, 2026 05:42 AM

Alpukat merupakan salah satu buah yang dikenal sangat baik untuk kesehatan.

Hal ini berkat kandungan berbagai nutrisinya, termasuk serat dan kandungan lemak sehat.

Ini membuat buah alpukat memiliki banyak manfaat, termasuk mendukung upaya penurunan berat badan.

Merujuk pada HealthShots, berikut delapan manfaat alpukat untuk menurunkan berat badan:

Kaya Kalium

Ilustrasi alpukat, konsumsi alpukat bagus untuk penderita diabetes
Ilustrasi alpukat, konsumsi alpukat bagus untuk penderita diabetes (freepik.com/jcomp)

Alpukat merupakan sumber kalium yang baik.

Mineral ini membantu mengatur keseimbangan cairan tubuh, mengurangi kembung, dan mendukung fungsi otot yang penting untuk aktivitas fisik.

Dengan berkurangnya retensi air dan meningkatnya aktivitas, penurunan berat badan dapat lebih mudah dicapai.

Mengandung Lemak Sehat

Alpukat kaya akan lemak tak jenuh tunggal, seperti asam oleat, yang dapat meningkatkan pembakaran lemak sekaligus mengurangi penyimpanannya.

Lemak sehat ini juga memberikan energi berkelanjutan sehingga mencegah rasa lapar di sela waktu makan.

Selain itu, asam oleat diketahui merangsang produksi OEA yang dapat menurunkan nafsu makan, seperti diungkap dalam penelitian dari University of California.

Tinggi Serat

Alpukat kaya akan serat makanan.

Penelitian dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition menyebutkan, alpukat mengandung sekitar 2,0 gram hingga 4,6 gram serat per 30 gram atau setengah buah.

Serat membantu memperlambat pencernaan dan menstabilkan kadar gula darah, sehingga membuat kita merasa kenyang lebih lama.

Hal ini mengurangi keinginan untuk makan berlebihan atau mengonsumsi camilan tidak sehat, yang pada akhirnya mendukung penurunan asupan kalori harian.

Indeks Glikemik Rendah

Alpukat memiliki indeks glikemik yang rendah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat.

Penelitian dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics menunjukkan, peserta yang mengonsumsi setengah atau satu buah alpukat mengalami respons glikemik dan insulin yang lebih rendah selama 6 jam setelah makan.

Kadar gula darah yang stabil membantu mengurangi risiko resistensi insulin dan penumpukan lemak, serta mencegah rasa lapar mendadak.

Bersifat Antiinflamasi

ilustrasi alpukat, buah yang bagus untuk kesehatan
ilustrasi alpukat, buah yang bagus untuk kesehatan (freepik/photoroyalty)

Peradangan kronis sering dikaitkan dengan obesitas dan kesulitan menurunkan berat badan.

Kandungan antioksidan dan lemak sehat dalam alpukat membantu melawan peradangan, menciptakan lingkungan metabolik yang lebih sehat sehingga tubuh lebih mudah membakar lemak berlebih.

Temuan dalam European Journal of Nutrition turut mendukung hal ini.

Meningkatkan Metabolisme

Lemak tak jenuh tunggal dalam alpukat dapat membantu meningkatkan efisiensi metabolisme, memungkinkan tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi daripada menyimpannya.

Metabolisme yang lebih baik mempermudah pembakaran kalori, bahkan saat tubuh sedang beristirahat.

Studi dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics juga menyebutkan bahwa kandungan vitamin, mineral, dan fitokimia dalam alpukat dapat membantu mengurangi risiko sindrom metabolik.

Mengendalikan Nafsu Makan

Kombinasi lemak sehat dan serat dalam alpukat meningkatkan rasa kenyang.

Penelitian dalam Nutrition Journal mengungkapkan bahwa menambahkan setengah porsi alpukat saat makan siang dapat meningkatkan rasa kenyang selama 3 hingga 5 jam berikutnya.

Hal ini memudahkan pelaksanaan diet rendah kalori tanpa rasa lapar berlebihan.

Mendukung Penyerapan Nutrisi

Alpukat membantu meningkatkan penyerapan vitamin larut lemak (A, D, E, K) serta antioksidan dari makanan lain.

Nutrisi-nutrisi ini penting untuk menjaga keseimbangan hormon dan mendukung metabolisme energi yang optimal dalam tubuh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.