TRIBUNJAKARTA.COM - Menjelang kick off laga panas Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026), atmosfer rivalitas kian memanas.
Di satu sisi, para pemain Persija Jakarta dijemput menggunakan kendaraan taktis (Rantis) kepolisian saat berangkat menuju tempat pertandingan.
Di sisi lain, kelompok suporter Persib Bandung asal Karawang berangkat ke Bandung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Laga ini bukan hanya karena tensi di lapangan, tetapi juga rangkaian pengamanan luar biasa yang mengiringi kedua kubu.
Para pemain Persija Jakarta berangkat menuju GBLA tidak menggunakan bus biasa, melainkan menggunakan kendaraan taktis (Rantis) lapis baja.
Diketahui, Rantis digunakan oleh TNI dan Polri untuk mendukung operasi khusus yang membutuhkan kendaraan dengan daya tahan tinggi, perlindungan balistik, dan kemampuan manuver di medan berat.
Kendaraan ini berbeda dengan mobil biasa karena memiliki bodi baja / lapis baja, kaca anti-peluru, ban run-flat (tetap jalan walau bocor), mesin torsi besar, suspensi kuat untuk medan ekstrem dan dilengkapi senjata atau water cannon.
Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan lima unit rantis untuk mengawal perjalanan Persija menuju stadion.
Di sisi lain, pengamanan ketat juga akan dipersiapkan dengan menurunkan 3000 personel gabungan.
"Dari hasil rapat terakhir, memang kemungkinan akan ada lima unit rantis," kata Adhitia Putra Herawan, dikutip dari TribunJabar, Minggu (11/1/2026).
Adhitia juga berpesan kepada suporter kedua tim untuk bisa menjaga kondusivitas di media sosial.
Antusiasme para pemain asing Persija Jakarta terhadap duel rivalitas ini terlihat sangat tinggi.
Bahkan, terungkap isi percakapan pemain-pemain Persija asal Brasil yang membicarakan pengalaman tak biasa mereka menuju stadion menggunakan kendaraan taktis (rantis) kepolisian.
Media Officer Persija, Kukuh Wahyudi, mengatakan bahwa banyak pemain asing yang baru pertama kali melawan Persib mempertanyakan alasan harus menaiki rantis.
“Ada yang bertanya kenapa harus naik rantis. Tapi sesama pemain sudah saling memberi informasi," ujar Kukuh dikutip dari Bolasport.
"Beberapa pemain malah sangat antusias ingin mencoba rasanya naik kendaraan taktis,” sambungnya.
Menurutnya, pengawalan semacam ini sudah menjadi hal yang lazim dalam laga tandang berisiko tinggi seperti Persib vs Persija.
“Kembali lagi semua pemain menerima itu dan yang terpenting demi kelancaran pertandingan,” tambahnya.
Sementara itu, di luar Bandung, Polres Karawang melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap ratusan suporter Persib asal Karawang yang berangkat menuju GBLA.
Dikutip dari TribunJabar, tercatat sebanyak 960 suporter Viking Karawang bertolak ke Bandung.
Sebanyak 960 suporter Viking Karawang berangkat menggunakan 15 bus, tiga mobil travel dan delapan minibus.
Mereka berangkat dari Grand Taruma, Telukjambe Timur melalui akses gerbang tol Karawang Barat Jakarta-Cikampek.
Rombongan suporter tersebut dikawal ketat menggunakan mobil patroli, serta satu unit truk Dalmas yang mengangkut personel kepolisian.
"Kami hari ini melakukan pengawalan terhadap kendaraan yang membawa ratusan suporter Viking di Karawang yang akan ke Bandung," ujar Wakil Kepala Polres Karawang, Kompol Rizky Adi Saputro dikutipd ari TrubunJabar.
"Pengawalan dilakukan hingga melewati perbatasan Karawang," tambahnya.
Tak hanya pengawalan di jalur utama, pihak kepolisian juga menempatkan personel di setiap jembatan penyeberangan di atas Tol Jakarta–Cikampek.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan, khususnya pelemparan terhadap rombongan suporter yang kerap terjadi dalam laga-laga besar.
"Sejak semalam juga kami melakukan pengamanan dengan mengunjungi titik dari markas suporter setiap daerah," kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga memberikan imbauan khusus kepada para suporter agar tidak mengenakan atribut Persib selama di perjalanan, guna menghindari potensi gangguan keamanan di jalan.
“Kami mengimbau agar suporter Persib dari Karawang ke Bandung dan saat kembali tidak menggunakan atribut Persib selama perjalanan, demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.