TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 300 mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, kampanye pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R).
Kegiatannya berlangsung di Kawasan Eks MTQ Kendari atau Tugu Religi Sulawesi Tenggara (Sultra), Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Minggu (11/1/2026).
Mereka berasal dari Komunitas Galaksi (Generasi Lingkungan Beraksi), Badan Eksekutif Mahasiswa FHIL UHO, Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Lingkungan, serta Dosen Ilmu Lingkungan.
Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, agar lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Ketua Komunitas Galaksi, Sahrul Ramadhan, menjelaskan kampanye ini mendorong perubahan perilaku warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara bertanggung jawab.
Baca juga: Sampah Menumpuk Berhari-hari di Baubau Sulawesi Tenggara, Petugas Sebut Gegara Dana BBM Terlambat
Mahasiswa mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan dan mulai menerapkan prinsip 3R dalam kehidupan sehari-hari.
Reduce dilakukan dengan mengurangi penggunaan barang sekali pakai, seperti membawa tas belanja sendiri dan botol minum isi ulang.
Reuse menekankan pemanfaatan kembali barang yang masih layak digunakan, seperti wadah plastik dan botol kaca.
Recycle berupa pengolahan sampah menjadi produk baru yang bernilai guna, seperti daur ulang plastik, kertas, dan logam.
“Jika prinsip 3R diterapkan secara konsisten, dampaknya sangat besar terhadap kebersihan lingkungan dan keberlanjutan pengelolaan sampah,” ujar Sahrul kepada TribunnewsSultra.com.
Baca juga: Potret Tempat Penampungan Sampah Sementara di Kota Kendari Sultra, Penuh hingga Meluber ke Jalan
Selain sosialisasi, peserta kegiatan juga melakukan long march dengan membawa poster menjaga lingkungan dan aksi bersih-bersih di Tugu Religi Sultra.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berhasil mengumpulkan sekitar 100 kantong sampah.
Mereka juga menggelar lomba pembuatan konten video bertema praktik ramah lingkungan untuk memperluas jangkauan kampanye melalui media sosial.
“Kegiatan lingkungan ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan akan dilakukan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Komunitas Galaksi direncanakan menjadi wadah gerakan peduli lingkungan yang rutin dilaksanakan setiap semester oleh mahasiswa FHIL UHO.
Baca juga: Produksi Sampah di Kendari Meningkat 300 Ton per Hari, Upah Petugas Kebersihan Naik Jadi Rp2 Juta
Selain itu, akan melibatkan berbagai elemen masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dosen Pendamping, Junartin Teke, menyampaikan kegiatan ini bagian dari proses pembelajaran sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pendekatan langsung di lapangan, efektif dalam membangun kepedulian, tanggung jawab sosial, serta kepekaan mahasiswa terhadap persoalan lingkungan di sekitarnya.
“Kegiatan ini harapannya menjadi sarana edukasi langsung bagi masyarakat, serta membentuk kepedulian dan tanggung jawab mahasiswa terhadap permasalahan lingkungan di sekitarnya,” jelasnya. (*)
(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)