Lebih dari 30 Tim Ikuti Lomba Dayung Nasional di Sungai Banjirkanal Barat  
January 11, 2026 08:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lebih dari 30 tim mengikuti lomba perahu naga di Kota Semarang.

Mereka berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. 

Suasana kompetitif terasa di Sungai Banjirkanal Barat, Kota Semarang, sejak pagi, Sabtu (10/1/2026).  

Para atlet Dragon Boat Racing (DBR) tampak melakukan pemanasan di tepi kanal, mengatur napas, sekaligus menyelaraskan gerak sebelum turun ke lintasan lomba.

Sejumlah tim terlihat mencoba perahu naga yang telah disediakan secara bergantian.

Di atas air, atlet mendayung perlahan untuk membaca arus, lalu mulai meningkatkan tempo.

Aba-aba juru mudi dan ketukan drum terdengar berulang, menjadi panduan utama untuk menyamakan ritme dan menjaga kekompakan tim.

Ketua Kontingen DBR Grage Walungan BBWS Cimancis, Iyustadi mengatakan, sesi pemanasan menjadi bagian krusial sebelum perlombaan dimulai.

Selain kesiapan fisik, pemanasan juga dimanfaatkan untuk membangun chemistry antaratlet.

“Anak-anak fokus di pemanasan dan menyamakan tempo dayung. Itu penting supaya saat lomba nanti tidak ada yang mendahului atau tertinggal ritmenya,” ujar Iyustadi kepada Tribun Jateng.

Iyustadi menyebutkan, timnya sempat melakukan penyesuaian karena perahu naga yang digunakan memiliki karakter berbeda dari perahu latihan.  

Namun setelah beberapa kali mencoba lintasan, para atlet mulai menemukan irama yang pas.

“Ya, suasananya unik saat mencoba di perahu naga, ritme dayung sempat tidak sama. Terus kami lakukan penyesuaian juga, karena atmosfer di perahu naga sama perahu latihan berbeda, jadi memang perlu penyamaan,” ujar Iyustadi.

Dia berharap, timnya bisa tampil solid dan menikmati kompetisi.

“Yang penting kami bisa tampil maksimal dan bersaing secara sportif. Soal hasil, kami serahkan di lintasan,” ujarnya.

Dua hari

Lomba Dayung Nasional ini diselenggarakan oleh Politeknik Pekerjaan Umum (PU) selama dua hari, Sabtu-Minggu (10–11/1/2026).  

Ajang olahraga air berskala nasional tersebut mempertandingkan nomor Dragon Boat Racing (DBR) dan Stand Up Paddle (SUP), sekaligus memperebutkan Piala Bergilir Menteri Pekerjaan Umum serta sejumlah piala lainnya.

Untuk nomor DBR, jarak yang dilombakan adalah 500 meter dengan penilaian berdasarkan kecepatan dan urutan masuk garis finis.

Kategori ini diikuti oleh peserta dari kelompok umum, pelajar–mahasiswa, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pekerjaan Umum.  

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pembinaan olahraga dayung, terutama di lingkungan pendidikan vokasi dan Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pekerjaan Umum, Apri Artoto, saat membuka lomba tersebut.

Lomba ini digelar oleh Politeknik PU bekerja sama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, serta didukung oleh Pengurus Besar (PB) Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI, PODSI Jawa Tengah, dan PODSI Kota Semarang.  

Kolaborasi lintas institusi tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem pembinaan olahraga dayung nasional.

Direktur Politeknik Pekerjaan Umum, Brawijaya, menyebut Sungai Banjirkanal Barat dipilih karena dinilai representatif sebagai lintasan lomba sekaligus sarana pembinaan atlet.

“Ajang ini menjadi ruang bertemunya atlet pelajar, mahasiswa, klub, hingga UPT Kementerian PU. Harapannya bisa melahirkan bibit atlet berprestasi,” ujarnya.

Peserta lomba datang dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk DBR, kategori Mix 500 meter umum diikuti lebih dari 13 tim, Mix 500 meter pelajar mahasiswa diikuti lebih dari 10 tim, serta DBR Open 500 meter UPT Kementerian PU yang diikuti lebih dari 8 tim.

Sementara itu, nomor Stand Up Paddle (SUP) mempertandingkan jarak 200 meter.  

Kategori putra pelajar, mahasiswa diikuti lebih dari 26 peserta, sedangkan kategori putri diikuti lebih dari 25 peserta. (Rezanda Akbar D)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.