Rakernas PDIP, Megawati Singgung Generasi Muda Paling Terdampak Bencana Banjir Sumatera
January 11, 2026 08:15 AM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut generasi muda jadi yang paling terdampak atas bencana di Sumatra. 

Hal itu disampaikan Megawati melalui pidatonya dalam acara HUT ke-53 PDIP dan Rakernas I Tahun 2026 di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026). 

Baca juga: Penampakan Pantai Teluk Labuan Pandeglang Dipenuhi Kayu Gelondongan Diduga dari Banjir Sumatera

Acara rakernas berlangsung tertutup. Pernyataan Megawati disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam jumpa pers di sela acara. 

"Ibu Mega menganggap bahwa bencana tersebut juga dirasakan oleh anak-anak muda. Dikatakan oleh beliau, yang paling merasakan kecemasan terhadap bencana ekologis antara lain adalah generasi muda," ujar Hasto.

Anak muda disebut hidup dalam ketidakpastian dan memandang masa depan dengan kegelisahan. 

 

SEKOLAH TERDAMPAK BANJIR – Kepala sekolah bersama guru melakukan pembersihan lumpur di SDN 2 Kutablang, Bireuen, Aceh, pasca-banjir Sumatera, Kamis (11/12/2025). Pemerintah menyiapkan Rp13,3 miliar, sementara solidaritas akademik tumbuh menjaga ekosistem belajar tetap berjalan.
SEKOLAH TERDAMPAK BANJIR – Kepala sekolah bersama guru melakukan pembersihan lumpur di SDN 2 Kutablang, Bireuen, Aceh, pasca-banjir Sumatera, Kamis (11/12/2025). Pemerintah menyiapkan Rp13,3 miliar, sementara solidaritas akademik tumbuh menjaga ekosistem belajar tetap berjalan. (Serambinews.com)

 

"Banyak di antara mereka merasa bahwa generasi sebelumnya telah gagal merawat bumi dan bahwa hari esok justru tampak lebih menakutkan daripada hari ini," lanjut Hasto. 

Dalam pidatonya, Megawati memberikan arahan terkait pentingnya tanggung jawab atas kerusakan ekologis yang terjadi. 

Bencana di Sumut, merupakan teguran agar semua pihak sadar tentang pentingnya merawat negara. 

"Hal tersebut yang menjadi tekanan yang sangat kuat dari Ibu Mega dalam seluruh pidato politik beliau yang lebih banyak berbicara tentang persoalan-persoalan menyelamatkan bumi, merawat lingkungan," pungkas Hasto. 

1.154 Korban Meninggal

Hingga akhir Desember 2025, jumlah korban meninggal akibat banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat tercatat mencapai 1.154 jiwa.

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pemerintah menyiapkan santunan sebesar Rp 15 juta bagi ahli waris korban meninggal dunia.

Sedangkan untuk korban luka berat menerima santunan Rp 5 juta.

Penyaluran dilakukan secara bertahap setelah seluruh data dinyatakan valid.

"Kita akan pastikan semua yang meninggal akan mendapatkan santunan. Yang luka-luka berat juga mendapatkan santunan sebesar 5 juta rupiah," kata Gus Ipul saat Refleksi Akhir Tahun Kementerian Sosial di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.