Peks Tikang-Tikang Teror Warga Manado: Seorang IRT Diserang Dalam Mobil, Terjadi Aksi Kejar-Kejaran
January 11, 2026 05:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peks tikang-tikang kembali beraksi di Manado, Sulawesi Utara, pada awal 2026.

Korbannya adalah Sukma Matheos.

Ibu rumah tangga ini nyaris tewas setelah diserang oleh kawanan pria yang membawa samurai dan panah wayer.

Beruntung ia berada dalam mobil. 

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (11/1/2026) sekira pukul 12.30 Wita. 

Sukma menuturkan, Minggu siang, ia dan suaminya berkunjung ke rumah kerabat di wilayah Kombos. 

Tengah berada dalam mobil, tiba -tiba merapat empat orang.

"Dua memakai penutup wajah, dua tidak," kata dia. 

Tanpa ba bi bu, mereka langsung melakukan penyerangan. 

Kendaraan ditikam dengan sajam. Beruntung korban sigap menutup kaca mobil. 

"Kami semua panik," katanya 

Korban pun memacu kendaraan. Melarikan diri. 

"Kami lari menuju ke arah Mapanget, mereka mengejar," katanya. 

Beber dia, pengejaran berlangsung hingga di SPBU Kairagi. 

Di sana kawanan ini berhenti memburu.

"Mungkin mereka mengira kami hendak ke Polsek di wilayah Kairagi," kata dia. 

Sukma memacu terus kendaraan hingga Bengkol. 

Dari sana mereka terus ke Polresta Manado. 

"Di sana kami melaporkan kejadian ini," katanya. 

Sebut dia, bukti bukti penganiayaan sudah diberikan ke polisi.

Ia mengaku mengenal dua orang yang melakukan penyerangan. 

Dirinya berharap aparat kepolisian  dapat mengusut tuntas kasus tersebut. 

Beberapa waktu lalu, Walikota Manado Andrei Angouw mengaku sudah mengidentifikasi 1000 pembawa sajam atau yang populer dengan istilah "Peks Tikang Tikang" di Manado.

Pihak Pemkot Manado mendorong penegakkan hukum oleh aparat kepolisian serta pembinaan dari tokoh agama terhadap para pelaku kriminal. (Art) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.