Kota Lama Surabaya Rawan Kriminalitas, Warga Sekitar Mengaku Jarang Lihat Petugas Patroli
January 11, 2026 10:49 AM

 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kawasan wisata Kota Lama Surabaya kerap beredar kabar tentang maraknya kasus kriminal.

Kasus kriminal yang sering terjadi di Kota Lama Surabaya adalah pencurian kendaraan motor (curanmor), penjambretan, hingga tawuran.

Baca juga: 2 Mahasiswa Unitomo Korban Pembacokan di Kota Lama Surabaya Mulai Pulih, Pelaku Belum Tertangkap

Warga sekitar, Sri Purwani, mengaku resah dengan kerawanan Kota Lama Surabaya.

Rumah wanita usia 47 tahun itu berada cukup dekat dengan titik pusat kawasan wisata yang mengusung revitalisasi zaman kolonial itu.

Ia membuka jualan nasi penyetan dan aneka jajanan kuliner buka sampai malam, dan setiap hari ia menyaksikan risiko kriminal yang mengintai para wisatawan Kota Lama.

Dagangan Rusak

Baru-baru ini, ada sejumlah kelompok remaja mabuk pengaruh alkohol bentrok depan rumahnya.

Rombongnya untuk jualan jajanan sempol rusak kena imbas kerusuhan.

Sebelumnya, tak kalah viral kejadian pencurian sepeda motor berhasil digagalkan oleh Satpol-PP.

"Sebenarnya rawan tapi jarang kelihatan petugas patroli. Kalau tak ada acara tak muncul. Kalau ada event baru kelihatan," ungkapnya.

Menurut Sri, salah satu penyebab sering kejadian motor hilang juga tidak lepas dari akibat pemilik yang sembrono.

Padahal sebenarnya sudah ada parkiran resmi yaitu di Terminal Kasuari dan Jembatan Merah Plaza.

Kedua lokasi tersebut memiliki kapasitas yang cukup besar dan selalu dijaga petugas keamanan.

"Sering orang bingung cari tempat parkir, harusnya ada petugas yang jaga di beberapa titik. Kalau begitu, pasti banyak yang mau parkir di tempat yang benar dan aman, bukan asal parkir sembarangan. Jangan yang diobraki pedagang terus," tambahnya.

Gilang Candra (29), turut mengakui risiko kejahatan di seputaran Jembatan Merah Plaza tidak bisa diremehkan.

Fotografer yang setiap hari menjajakan jasanya di Kota Lama itu menuturkan bahaya bisa mengintai kepada siapa saja, bukan hanya wisatawan, melainkan juga mereka yang mencari nafkah di sana.

Salah satu teman kerjanya sudah pernah kehilangan kendaraan sepeda motor.
 
"Kejadiannya antara bulan November lalu, pagi sekitar pukul 08.00, hari Minggu. Dia mau cari rezeki, motor diparkir depan Kantor Bapenda.Balik-balik motornya sudah hilang," ujar Gilang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.