TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Seorang pria bernama Made Martawan menjadi korban penganiayaan.
Ia dipukuli seseorang bernama Made P, karena diduga sengaja menggeber sepeda motor.
Tak terima dipukuli, pria 29 tahun itupun mengadu ke Polres Buleleng untuk mendapat penanganan lanjutan.
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan itu.
Baca juga: Tegur Remaja Main Petasan, Kristianus Malah jadi Jadi Korban Penganiayaan Usai Cekcok
Dikatakan dia, peristiwa ini terjadi pada Jumat (9/1/2026) malam, berlokasi di wilayah Banjar Dinas Pangussari, Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar.
"Kejadiannya sekitar pukul 20.30 wita, dan dilaporkan ke Polres Buleleng keesokan harinya Sabtu (10/1/2026)," ujarnya dikonfirmasi Minggu (11/1/2026).
Peristiwa bermula saat Martawan bersama tiga rekannya mengunjungi warung tuak di wilayah Banjar Dinas Pangussari pada sore hari.
Baca juga: Hendak Kabur ke Jawa, Terduga Pelaku Penganiayaan Digulung Polisi di Pelabuhan Gilimanuk Bali
Empat orang itu selanjutnya minum bersama hingga pukul 20.30 wita.
"Empat orang itu mengendarai dua sepeda motor. Di mana korban membonceng sepeda motor rekannya bernama Komang Sudiantara," jelasnya.
Ketika pulang, sepeda motor yang ditumpangi Martawan terjatuh akibat kondisi jalan licin karena hujan.
Baca juga: MJ Ditangkap Saat Hendak Kabur ke Jawa, Terduga Pelaku Penganiayaan Digulung Polisi di Gilimanuk
Sepeda motor itu terperosok ke sisi yang lebih rendah dari badan jalan.
"Korban sempat menarik gas dengan maksud mengembalikan motor ke badan jalan. Upaya tersebut menimbulkan suara keras, hingga memicu perhatian warga," ungkapnya.
Benar saja, tak berselang lama datang terlapor berinisial Made P bersama beberapa rekannya.
Adu mulut tak mampu dihindarkan sebab Martawan dituduh menggeber sepeda motor.
Cekcok tersebut berbuntut pada pemukulan yang dilakukan Made P. Martawan dipukul beberapa kali ke arah wajah, hingga dilerai oleh rekan Made P.
"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka pada bagian bibir atas dan melaporkan peristiwa ini ke Polres Buleleng untuk penanganan lebih lanjut," tandasnya. (*)