TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan memberlakukan pembatasan ketat perjalanan dinas pada Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran menyusul penurunan Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai lebih dari Rp1 triliun.
Kebijakan ini menempatkan penghematan belanja operasional sebagai prioritas utama agar anggaran difokuskan pada kebutuhan paling mendesak.
Penegasan tersebut disampaikan Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi, yang menyebut kondisi fiskal memaksa pemerintah daerah melakukan penghematan besar-besaran, terutama pada belanja penunjang.
“Untuk rencana TKD 2026 sudah dibahas dan disepakati, anggarannya menurun lebih dari Rp1 triliun. Jadi banyak sekali kegiatan yang harus kita efisiensikan, terutama belanja operasional pendukung,” ujar Agus Budi kepada TribunKaltim.co, Minggu (11/1/2026).
Baca juga: APBD Kaltim 2026 Tersungkur: Anggaran Perjalanan Dinas dan Belanja Makan Minum Dipangkas
Ia menjelaskan, Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud telah berulang kali mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan penghematan, mulai dari kegiatan rapat, pengadaan alat tulis kantor (ATK), hingga perjalanan dinas.
“Pak Wali beberapa kali menekankan, hal-hal seperti rapat, ATK, itu bisa diefisienkan. Bahkan perjalanan dinas pada prinsipnya ditiadakan,” jelasnya.
Meski demikian, Agus Budi menegaskan pembatasan ini tidak berarti menutup total perjalanan dinas dan bimbingan teknis (bimtek) pada 2026.
Pelaksanaannya tetap dimungkinkan, namun sangat terbatas dan hanya bagi OPD yang tugas pokok dan fungsinya memang membutuhkan.
Baca juga: APBD 2026 Merosot Tajam, Gubernur Kaltim Rudy Masud Rampingkan Anggaran Perjalanan Dinas
“Perjalanan dinas dan bimtek di 2026 tetap ada, tapi sangat terbatas. Misalnya OPD yang memang tugas pokok dan fungsinya membutuhkan, seperti BPSDM, itu masih ada alokasi anggaran,” katanya.
Untuk kegiatan internal lainnya, Agus Budi meminta seluruh OPD bersabar dan mengutamakan program prioritas yang benar-benar mendesak.
Pemkot Balikpapan, kata dia, akan memastikan setiap rupiah anggaran diarahkan untuk kebutuhan paling penting terlebih dahulu.
“Kita fokuskan anggaran untuk mendukung kebutuhan yang paling penting dan mendesak terlebih dahulu,” pungkasnya. (*)