Hujan Dini Hari Picu Luapan Sungai, Banjir Rendam 41 Rumah di Sepaku
January 11, 2026 05:07 PM

 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Banjir Sepaku Penajam Paser Utara kembali terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (11/1/2026) dini hari. 

Peristiwa ini merendam permukiman warga di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, dengan puluhan rumah terdampak dan aktivitas masyarakat sempat lumpuh.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, sebanyak 41 rumah terendam banjir dengan total 129 jiwa terdampak.

Mayoritas rumah berada di kawasan dataran rendah dan bantaran sungai yang rawan luapan saat curah hujan tinggi. Air mulai memasuki rumah warga sekitar pukul 04.00 WITA, setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 03.00 WITA.

Ketinggian muka air tercatat mencapai sekitar 80 sentimeter di halaman rumah dan sekitar 15 sentimeter di dalam bangunan.

Baca juga: Perumda Danum Taka Usulkan 6.411 Sambungan Air Bersih di Sepaku PPU

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, genangan tersebut mengganggu aktivitas warga, terutama pada pagi hari ketika sebagian warga bersiap memulai rutinitas.

Sebelum kejadian, BMKG telah mengeluarkan dua peringatan dini cuaca ekstrem pada Sabtu (10/1/2026) malam dan Minggu (11/1/2026) dini hari.

20260111_Banjir di Desa Sukaraja PPU, BPBD Soroti Sungai
BANJIR - Banjir Sepaku Penajam Paser Utara kembali terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Minggu (11/1/2026) dini hari. (HO/BPBD PPU)

Peringatan tersebut menyebutkan, potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang di Kecamatan Sepaku.

"Peringatan dini sudah diterbitkan, dan hujan dengan intensitas tinggi kemudian terjadi hingga menyebabkan aliran sungai meluap,” ungkap Kepala BPBD PPU Sukadi Kuncoro.

Dampak terparah terjadi di RT 25, dengan 34 rumah dan 110 jiwa terdampak, sementara RT 24 mencatat 7 rumah dengan 19 jiwa.

Baca juga: Pasar Sepaku Dulu dan Kini Setelah Direvitalisasi, Sempat Dicek Wapres Gibran saat Kunjungi IKN

Tidak terdapat laporan korban jiwa, namun aktivitas warga sempat terganggu akibat genangan di dalam rumah.

BPBD PPU menerima laporan pada pukul 07.10 WITA dan segera menurunkan tim ke lokasi untuk pendataan serta pemantauan kondisi air.

Penanganan dilakukan bersama unsur Otorita IKN, Kementerian PUPR, kepolisian, pemerintah desa, dan aparat kewilayahan.

Laporan BPBD juga mencatat bahwa normalisasi aliran sungai menjadi faktor kunci pencegahan banjir berulang.

Dari sejumlah titik rawan di wilayah Sepaku, area Pasar Sukaraja dan Kelurahan Mentawir hingga kini belum dilakukan normalisasi.

Baca juga: Di Gelapnya Hutan PPU, Gubernur Rudy Masud Ucapkan Selamat Ulang Tahun Pemprov Kaltim

Kondisi tersebut meningkatkan risiko luapan, saat hujan intensitas tinggi terjadi dalam durasi panjang.

Hingga Minggu sore, air dilaporkan mulai surut secara bertahap, namun BPBD merekomendasikan percepatan normalisasi sungai dan pembangunan jembatan darurat di RT 25 Sukaraja sebagai langkah pengurangan risiko.

“Kondisi TMA saat ini berangsur turun, namun intervensi fisik tetap diperlukan untuk mencegah kejadian serupa,” pungkas Kuncoro. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.