Maroko Diproyeksikan Jadi Tujuan Pengiriman Santri Pesantren Berbasis Qiraat Asyrah
January 11, 2026 05:17 PM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kerja sama internasional menjadi salah satu isu strategis yang mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Ma’had Aly Indonesia (AMALI).

Salah satu agenda yang disorot adalah penguatan jejaring global pendidikan keulamaan, termasuk program pengiriman santri hafidz 30 juz ke Timur Tengah. 

Dalam skema ini, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) mendorong kolaborasi dengan sejumlah institusi luar negeri, salah satunya Universitas Muhammad VI Rabat di Maroko, yang menawarkan spesialisasi Qira’at Asyrah di bawah naungan dari Universitas al-Qarawiyyin. 

Program ini diproyeksikan menjadi jalur lanjutan studi bagi santri yang memiliki kapasitas tahfidz dan kompetensi keilmuan.

Isu kerja sama global tersebut dibahas dalam Rakernas perdana AMALI di bawah kepengurusan tahun 2026-2030 yang digelar 9-11 Januari 2026, di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan. 

Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi nasional yang mempertemukan pimpinan Ma’had Aly dari berbagai daerah, tokoh pesantren, akademisi, serta perwakilan pemerintah.

"Rakernas ini diharapkan menjadi tonggak penting penguatan peran Ma'had Aly sebagai pusat kaderisasi ulama yang berakar pada tradisi keilmuan pesantren dan berorientasi global," ujar Ketua AMALI, KH Nur Salikin dalam keterangannya, Minggu (11/1/2026).

AMALI sendiri merupakan wadah asosiasi nasional Ma’had Aly se-Indonesia yang berfungsi memperkuat koordinasi, advokasi, dan pengembangan mutu pendidikan keulamaan berbasis pesantren. 

Melalui Rakernas, AMALI menjalankan peran sebagai ruang musyawarah strategis untuk menyelaraskan arah kebijakan, memperkuat pendidikan, pengabdian, dan riset keilmuan serta membangun sinergi antar-lembaga dan dengan Kementerian Agama melalui pendekatan dari bawah ke atas berangkat dari kebutuhan riil pesantren.

Rakernas dibuka dengan kehadiran sejumlah tokoh nasional dan pemangku kepentingan. KH. M. Ilyas Marwal dari UIII, yang dalam sambutannya juga menyampaikan rencana pembukaan program studi bertakhasus dirasah turatsiyah sebagai jalur lanjut studi alumni Ma’had Aly. 

Sementara itu, Ketua AMALI menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia pengajar melalui perluasan akses beasiswa pendidikan lanjut, khususnya optimalisasi skema LPDP melalui Puspenma Kemenag agar dosen Ma’had Aly dapat melanjutkan studi S2 dan S3 secara berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pelantikan 30 pengurus baru AMALI oleh KH. Muhyiddin Khatib, Sekretaris Jenderal Majelis Masyayikh sekaligus penasihat AMALI. 

Hadir pula Direktorat Pesantren Kementerian Agama yang diwakili Kasubdit Ma’had Aly, Mahrus El Ma’wa, yang menyampaikan apresiasi atas peran AMALI serta mengungkap rencana pengembangan Subdirektorat Ma’had Aly menjadi Direktorat Ma’had Aly dalam lima tahun ke depan.

Di bagian akhir Rakernas, peserta mulai merumuskan garis besar program kerja dan peta jalan strategis lima tahunan AMALI.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.