Isi Candaan Korban Sebelum Tewas Tenggelam di Sungai Amandit Loksado HSS Kalsel
January 12, 2026 12:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Isi candaan korban tewas sebelum tenggelam di area wisata Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) terungkap.

Kepolisian Sektor (Polsek) Loksado beberkan hasil penyelidikan dari kejadian korban tenggelam di area wisata Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Diketahui identitas korban laki-laki, atas nama Agung Wanoto berusia 40 tahun yang beralamat Dusun Jangur, Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Korban bekerja di PT Pelsart Tambang Kencana di wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan yang tengah berwisata di Loksado, Minggu (11/1/2026).

Baca juga: Bebas Sebulan, Mantan Napi Narkoba di Banjarmasin Ditangkap Lagi

Baca juga: DPD PDIP Kalsel Hadiri Rakernas, Megawati Imbau Kader Punya Empati dan Kepekaan Sosial

Korban diketahui hanyut dan tenggelam terbawa arus sungai Amandit saat tengah mandi (berenang), sekitar pukul 10.50 Wita sampai ke wilayah Desa Loklahung.

Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam, melalui Kapolsek Loksado Ipda Roni Priyanto menerangkan kronologis kejadian dari hasil penyelidikan dan keterangan para saksi di lapangan.

Korban bersama rekan kerja perusahaan tiba di penginapan area wisata Loksado. Setibanya di lokasi, korban dan satu temannya langsung pergi ke sungai untuk mandi.

Di lokasi juga tengah berlangsung kegiatan praktek dari PMI bersama siswa SMKN Loksado.

Saat korban sedang mandi di sungai, sempat bercanda dengan siswa yang tengah praktek dengan candaan tolong-tolong, kemudian naik dari sungai sambil mengatakan bercanda.

Namun, setelah itu, korban kembali lagi masuk ke air dan ternyata langsung tenggelam. 

“Saat itu, dipikir murid yang praktek cuma candaan korban. Ternyata korban semakin hanyut menjauh dibawa arus sekitar 1 kilometer dari lokasi tempat kejadian pertama sampai akhirnya baru bisa diselamatkan dari dalam air,” terang Kapolsek.

Korban sempat diberi pertolongan dan dibawa ke Puskesmas Loksado dan dinyatakan meninggal dunia.

“Pihak teman-teman kemudian membawa korban kembali ke RSUD H Hasan Basry Kandangan untuk memastikan kembali,” ungkap Kapolsek.


Dari hasil pemeriksaan petugas kesehatan dan kepolisian dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

Informasinya, korban merupakan pengunjung wisata yang tengah berenang di area wisata Sungai Amandit bersama rekan-rekan kerjanya.

Kepala Puskesmas Loksado, drg Wirawan kepada Banjarmasinpost.co.id membenarkan korban sempat dibawa ke Puskesmas dan meninggal dunia.

“Informasi rekan puskesmas yang menangani, kondisi saat tiba di puskesmas sudah henti nafas. Seusai kejadian korban telah dicoba dilakukan pertolongan dengan melakukan penanganan Resusitasi Jantung Paru (RJP), tetapi kondisinya memang sudah meninggal dunia,” sampainya

Sempat Dibawa ke Puskemas

Seorang pria dewasa dilaporkan tenggelam saat tengah berwisata di area wisata Loksado, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kejadian ini sontak menggegerkan pengunjung lainnya, Minggu (11/1/2026) siang.

Informasinya, korban merupakan pengunjung wisata yang tengah berenang di area wisata Sungai Amandit bersama rekan-rekan kerjanya.

Dihubungi, Kapolsek Loksado Ipda Roni Priyanto, mewakili Kapolres HSS AKBP Awaluddin Syam, membenarkan kejadian tersebut.

“Betul, kondisi korban meninggal dunia,” jawabnya.

Kepolisian dari Polsek Loksado telah dan masih melakukan penyelidikan kejadian korban tenggelam tersebut.

Secara terpisah, Kepala Puskesmas Loksado, drg Wirawan kepada Banjarmasinpost.co.id membenarkan korban sempat dibawa ke Puskesmas dan meninggal dunia.

“Informasi rekan puskesmas yang menangani, kondisi saat tiba di puskesmas sudah henti nafas. Seusai kejadian korban telah dicoba dilakukan pertolongan dengan melakukan penanganan Resusitasi Jantung Paru (RJP), tetapi kondisinya memang sudah meninggal dunia,” katanya.

Identitas korban berinisial A, laki-laki yang bukan warga Kalimantan Selatan.

Korban tengah berlibur bersama rekan-rekan kerja di Loksado.

“Informasi sementara, merupakan warga Tuban, Jawa Timur. Tidak lama setelah dari Puskesmas. Korban A yang tenggelam dibawa rekanannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, beredar video menunjukan seorang laki-laki tergeletak di pinggir sungai. Dalam isi video tersebut mengatakan, minta informasikan bahwa ada seseorang tenggelam dan minta secepatnya untuk mobil ambulan.

Sementara, dalam isi pesan lainnya. Terduga sedang mandi dari All Outbound Loksado, teman-teman tidak mengetahui korban lamas (tenggelam) dan hanyut sampai ke Loklahung.

7 Tips Aman Wisata Air Terjun Saat Musim Hujan, Perhatikan Hal Ini

Melakukan kegiatan di luar ruangan bisa menjadi lebih menantang, khususnya saat memasuki musim penghujan. 

Apalagi, jika berencana melakukan liburan ke tempat wisata alam, misalnya ke air terjun atau curug.  

Jika kamu tetap ingin berwisata dengan aman ke air terjun saat musim hujan, berikut Kompas.com rangkum tipsnya:

1. Liburan saat cuaca cerah

Salah satu tips penting liburan ke tempat wisata alam, termasuk wisata air terjun, adalah memastikan bahwa cuaca sedang cerah saat wisatawan akan berangkat, seperti yang dikutip dari Kompas.com, Rabu (27/2/2019).

Apabila hujan turun, tunda dulu perjalanan dan tunggu hingga cuaca membaik, kemudian barulah untuk berangkat ke lokasi wisata. 

Berangkat saat hujan turun dapat membahayakan perjalanan lantaran jalanan menjadi licin dan rawan terjadi longsor.

2. Berangkat pada pagi hari

Demi bisa menikmati liburan ke tempat wisata alam, wisatawan dianjurkan berangkat pada pagi hari. Hal ini karena biasanya hujan akan turun saat siang atau sore hari. 

Selain itu, dengan datang lebih awal, wisatawan punya banyak waktu untuk menikmati keindahan air terjun, sekaligus bermain air.

3. Selalu bawa payung dan jas hujan

Saat liburan ke air terjun saat musim hujan, pastikan selalu membawa payung ataupun jas hujan. 

Hal itu bertujuan agar wisatawan tak kehujanan, terutama ketika dalam sekejap hujan turun dengan derasnya di lokasi wisata. 

Membawa dua benda tersebut juga berguna meski tak hujan, misalnya untuk melindungi diri dari cipratan air terjun. 

Air terjun Madakaripura dengan ketinggian sekitar 200 meter menjadi air terjun tertinggi kedua di Indonesia.

4. Jaga daya tahan tubuh

Penting bagi wisatawan untuk menjaga kesehatan agar tak mudah jatuh sakit saat liburan. 

Wisatawan bisa berolahraga secara teratur, dan hal tersebut akan sangat berguna ketika mengunjungi tempat wisata air terjun, dilansir dari Kompas.com, Senin (1/2/2021). 

Jika berolahraga secara teratur, maka fisik tak akan mudah lelah saat harus melewati jalan curam dan terjal untuk menuju ke lokasi air terjun. 

Diketahui bahwa kebanyakan air terjun terletak di kawasan hutan atau pegunungan yang punya akses jalan yang tak begitu bagus dan jauh dari permukiman penduduk. 

5. Segera pergi setelah hujan turun

Ketika tengah asyik bersantai dan bermain di sekitar air terjun, dan tiba-tiba turun hujan, wisatawan disarankan untuk segera meninggalkan lokasi. 

Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, yaitu aliran air terjun yang semakin deras dan sungai di sekitarnya yang meluap, sehingga dapat menyebabkan banjir. 

Selain itu, pergi setelah hujan juga bertujuan menjaga agar benda-benda elektronik tidak kebasahan. 

6. Jangan terlalu dekat dengan sungai

Saat musim penghujan, aliran air sungai di sekitar air terjun biasanya lebih deras dibanding saat musim kemarau. 

Demi keamanan dan keselamatan diri, jangan bermain terlalu dekat dengan sungai. Sehingga, bila banjir muncul, wisatawan bisa langsung lari menyelamatkan diri dan tak terseret arus. 


7. Bawa wadah barang elektronik

Wisatawan dianjurkan membawa plastik ataupun tas antiair guna menyimpan barang-barang berharga, seperti smartphone ataupun kamera.

Seandainya hujan tiba-tiba turun, wisatawan dapat dengan segera menyimpan barang tersebut agar aman dari air.

(Banjarmasinpost.co.id/Adiyat Ikhsan)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.