Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti
TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Usai di guyur hujan dengan intensitas tinggi pada Minggu (11/1/2026), landasan jembatan Desa Lero, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala hampir amblas.
Landasan jembatan penghubung antar desa itu tergerus derasnya aliran sungai akibat hujan yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Jembatan itu merupakan akses vital karena tidak hanya menghubungkan antar desa, tetapi juga menjadi jalur utama penghubung kawasan Pantai Barat menuju Kota Palu dan Ibu Kota Kabupaten Donggala yang menjadi pusat pemerintahan.
Diketahui pula, jarak jembatan Desa Lero ke Kota Palu sekitar 23 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 41 menit menggunakan kendaraan roda dua.
Hingga sore hari, jembatan yang bercat merah dengan motif hijau khas batik Donggala tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Baca juga: Enam Desa di Kecamatan Sindue Donggala Diterjang Banjir, Akses Jalan dan Jembatan Putus
Namun, arus lalu lintas diberlakukan secara bergantian demi keamanan pengguna jalan.
Sejumlah warga tampak bersiaga dan secara swadaya mengatur lalu lintas di sekitar jembatan untuk mencegah kemacetan, mengingat jalur tersebut merupakan jalan utama di wilayah Pantai Barat.
Salah seorang warga, Ahmad (40) yang turut memantau jembatan itu mengatakan sempat terjadi kemacetan pada pagi hari.
"Pagi tadi sempat macet karena deras air sungai dan tanah dibawah jembatan ini terkikis arus. Ini jalan satu-satunya, kalau ini putus tidak ada jalan lain," katanya.
Warga Desa Lero itu juga berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi jembatan tersebut agar tidak sampai terputus.
"Sebelum putus ini jembatan, semoga pemerintah cepat bertindak. Apalagi ini jalan nasional. Jangan sampai kami tidak bisa ke desa sebelah atau ke Banawa (Ibu Kota) sana," tutupnya. (*)