Keganasan Set Piece Arsenal Memakan Korban, Arteta Lewati Jebakan Batman di Piala FA
January 12, 2026 02:07 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Arsenal akhirnya berhasil mengandaskan perlawanan Portsmouth di ronde ketiga Piala FA, Minggu (11/1/2026) malam WIB. Berbagai sorotan menarik pun mewarnai kelolosan Meriam London ke babak berikutnya.

Bertanding di Fratton Park yang merupakan kandang Portsmouth, Arsenal menang dengan skor telak 1-4.

Arsenal selaku tim tamu sempat dikejutkan oleh gol cepat yang dicetak pemain Portsmouth pada awal pertandingan.

Tepat pada menit ketiga, gawang Arsenal yang dikawal Kepa Arrizabalaga dibobol Colby Bishop.

Beruntung, Arsenal merespons dengan positif, dengan mencetak gol penyeimbang, lima menit berselang.

Lewat skema tendangan sudut, Andre Dozzell yang merupakan pemain Portsmouth dipaksa mencetak gol bunuh diri.

Baca juga: 4 Laga Tandang Beruntun yang Bikin Arsenal Cetak Sejarah Langka di Sepak Bola Inggris

Tak berselang lama, Arsenal membalikkan keadaan menjadi 1-2, lagi-lagi lewat skema tendangan sudut.

Kali ini, Gabriel Martinelli yang sukses memanfaatkan umpan Noni Madueke dari tendangan sudut di sisi kanan.

Pemain asal Brasil itu hampir saja mencetak hattrick di babak pertama, sayang ia gagal memanfaatkan dua peluang emas yang ia dapatkan menjadi gol.

Arsenal bisa saja menambah satu gol lagi lewat tendangan penalti (43'), sayang Noni Madueke tidak mampu mengeksekusi hadiah penalti yang ia dapatkan dengan baik.

Tim besutan Mikel Arteta baru bisa menambah gol di babak kedua, lewat dua gol tambahan dari Martinelli.

Menit ke-51, Martinelli berada di posisi yang tepat, saat menyambut umpan silang dari Gabriel Jesus, untuk mencetak gol keduanya ke gawang Portsmouth.

Berawal dari skema free kick cepat yang diambil Myles Lewis-Skelly, Jesus langsung memberikan umpan manja kepada Martinelli untuk memperlebar keunggulan Arsenal menjadi 1-3.

Dua puluh menit berselang, Martinelli akhirnya menyempurnakan performanya dengan mencetak hattrick.

Eks pemain Ituano itu lagi-lagi mencetak gol dengan cara yang sama seperti gol pertama yang ia ciptakan dalam laga ini.

Memanfaatkan umpan melengkung hasil tendangan sudut Noni Madueke, sundulan Martinelli masuk ke gawang Portsmouth.

Gol ketiga Martinelli itupun menutup kemenangan telak dengan skor 1-4 yang didapat Arsenal atas Portsmouth.

Arsenal pun melangkah mulus ke ronde keempat, menyusul Chelsea, Manchester City dan Aston Villa.

Sementara, perjuangan Portsmouth harus rela terhenti di ronde ketiga, setelah tumbang dalam laga ini.

Portsmouth Jadi Korban Keganasan Set Piece Arsenal

Tak bisa disangkal, sorotan utama yang menarik laga ini menyoal kualitas skema bola mati yang dieksekusi Arsenal.

Hampir empat gol yang diciptakan Arsenal ke gawang Portsmouth berawal dari situasi bola mati.

Rinciannya, tiga gol Arsenal dihasilkan melalui tendangan sudut, sementara satu gol lain tercipta lewat tendangan bebas cepat yang diambil Lewis-Skelly.

Portsmouth yang seakan terkejut dengan kualitas bola mati yang dimiliki Arsenal, pun tidak bisa berbuat apa-apa.

Para pemain Portsmouth terlihat pontang-panting setiap kali menghadapi situasi tendangan sudut melawan tim tamu.

Hingga pada akhirnya, empat gol terpaksa harus dipungut kiper Portsmouth melawan sang raja bola mati.

MENYUNDUL BOLA - Sundulan pemain Arsenal, Mikel Merino saat mencetak gol ke gawang Newcastle United di Liga Inggris 2025/2026. The Gunners menang 2-1, Senin (29/9/2025) dini hari WIB.
MENYUNDUL BOLA - Sundulan pemain Arsenal, Mikel Merino saat mencetak gol ke gawang Newcastle United di Liga Inggris 2025/2026. The Gunners menang 2-1, Senin (29/9/2025) dini hari WIB. (Instagram Arsenal)

Bagi Portsmouth, kebobolan tiga gol dari tendangan sudut melawan Arsenal, menjadi tanda mereka layak dianggap korban keganasan bola dari tim Meriam London.

Sementara bagi Arsenal, gol demi gol yang mereka ciptakan lewat bola mati dalam laga ini, kian mempertegas status mereka sebagai jagoan set piece di sepak bola Inggris maupun dunia.

Pada musim ini saja, Arsenal sudah mencatatkan total 22 gol dari situasi tersebut.

Bahkan, ini menjadi momen ketiga kalinya bagi Arsenal menciptakan gol lewat skema tendangan sudut lebih dari satu kali pada pertandingan yang sama musim ini.

Sebelumnya, Leeds United dan Newcastle Unites sudah menjadi korban terlebih dahulu di Liga Inggris, sebagaimana dikutip dari laman Opta.

Arsenal Lewati Jebakan Batman di Piala FA

Kemenangan atas Portsmouth yang membuat Arsenal berhak melaju ke ronde keempat Piala FA, juga menyisakan sorotan menarik lainnya.

Untuk pertama kalinya dalam tiga musim terakhir, Arsenal akhirnya bisa melewati momen apes di ronde ketiga turnamen ini.

Sebelum bisa mengatasi Portsmouth di babak ketiga Piala FA musim ini.

Arsenal diketahui menderita nasib apes lantaran selalu gagal melewati ronde ketiga pada dua musim sebelumnya secara beruntun.

Aksi selebrasi Bruno Fernandes saat Manchester United melawan Arsenal pada babak ketiga Piala FA, Minggu (12/1/2025) malam WIB.
Aksi selebrasi Bruno Fernandes saat Manchester United melawan Arsenal pada babak ketiga Piala FA, Minggu (12/1/2025) malam WIB. (Instagram @manchesterunited)

Pada musim 2023/2024, Arsenal keok melawan Liverpool dan terpaksa harus terhenti di ronde ketiga.

Lalu pada musim lalu, Arsenal lagi-lagi tersingkir tragis di ronde ketiga, usai kalah melawan Manchester United lewat adu penalti.

Bahkan jika dirinci lebih jauh, sejak Arsenal memenangkan gelar Piala FA pada musim 2019/2020 yang menjadi satu-satunya trofi mayor yang dipersembahkan pelatih Mikel Arteta.

Langkah Arsenal di Piala FA, kerapkali terjegal di babak awal, entah ronde ketiga atau mentok-mentoknya di babak keempat.

Kini, dengan kedalaman skuad yang lebih baik, Arsenal seharusnya bisa melaju lebih jauh di Piala FA musim ini.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.