TRIBUNJATIMTIMUR.COM, BONDOWOSO - Banjir melanda 5 desa di Kecamatan Cermee, pada Minggu (11/1/2025).
Di antaranya yaitu Desa Cermee, Ramban Kulon, Ramban Wetan, Suling Kulon, dan Grujugan.
Tak hanya rumah warga, Kantor Kecamatan, TK Pertiwi, dan beberapa pertokoan di sekitar Pasar Cermee turut digenangi air.
Kholifah, warga Desa Cermee, menerangkan hujan terjadi dua kali. Awalnya hujan dengan intensitas sedang di sore hari. Kemudian hujan deras terjadi lagi menjelang Salat Maghrib.
"Habisnya sholat Maghrib kan hujan. Jam 6 lewat berapa itu, hujannya agak deras. Pas masuk air," terangnya.
Baca juga: Heru Sempat Evakuasi Ayah dan Ibu, Hujan 5 Jam Sebabkan Banjir dan Tanah Longsor di Bondowoso
Baca juga: Keseruan Berburu Durian Runtuh di Kebun, Jadi Wisata Musiman Andalan di Kabupaten Jember
Ia menerangkan airnya tinggi sampai setinggi pinggang orang dewasa. Kemudian, dia dan keluarga lari ke depan rumah semua untuk menghindari air banjir yang kian tinggi.
"Kalau di rumah sini selutut, kalau di luar sampai pinggang, setinggi pusar orang dewasa," ungkapnya.
Dirinya berencana, besok akan melakukan aksi gotong royong di sejumlah daerah terdampak banjir di rumahnya.
Sementara itu, Camat Cermee Rizki Idham Lukmana menerangkan penyebab banjir yang terjadi karena intesitas hujan yang tinggi. Sehingga air di area persawahan tumpah ruah ke jalan hingga menyebabkan banjir dengan ketinggian 30-40 sentimeter.
Khusus di Pasar Cermee, air kemudian membanjiri pertokoan dan kantor Kecamatan Cermee karena ada pohon Mangga tumbang. Sehingga menghambat aliran air dari persawahan di saluran irigisi.
"Tidak semua rumah air masuk ya. Ketinggian airnya sekitar 30-40 sentimeter yang di jalan," terangnya.
Ia menerangkan tak ada warga yang perlu dievakuasi akibat banjir ini. Karena air banjir sudah surut sekitar pukul 22.30 WIB.
Selain itu dipastikan layanan di Kantor Kecamatan Cermee tetap buka seperti biasa. Karena, ruangan terdampak banjir paling parah hanya di rumah dinas. Sementara ruangan layanan masih aman.
"Layanan tetap normal," ungkapnya.
Dia menerangkan penanganan awal warga secara mandiri membersihkan rumah akibat banjir.
Sementara pihaknya bersama tim gabungan TNI, Polri, Pemdes, BPBD, PMI, dan relawan melakukan normalisasi air di jalan raya.
"Karena tadi sempat macet karena jalan rayanya dipenuhi air," ungkapnya.
Tugas Riski Bahana, Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekontruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, menjelaskan ada sekitar 875 kepala keluarga yang terdampak akibat banjir ini. Namun dipastilan tak ada kerusakan dan kerugian.
"Data masih terus kita proses. Untuk Fasum ada sekolah dan jalan yang tadi aspalnya terangkat. Hingga saat ini tidak ada korban jiwa," jelasnya.
(Sinca Ari Pangistu/TribunJatimTimur.com)