TRIBUNCIREBON.COM- Masih banyak warga yang belum mengetahui cara mengecek desil bansos 2026, padahal informasi ini sangat penting untuk mengetahui tingkat kesejahteraan keluarga dalam data DTSEN BPS, yang menjadi syarat utama penerima bantuan sosial tahun 2026.
Pemerintah memakai sistem desil ekonomi sebagai acuan untuk menilai kelayakan penerima bansos, sehingga bantuan dapat tersalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Tidak jarang masyarakat merasa layak menerima bantuan, namun namanya tidak tercantum karena data ekonomi menunjukkan mereka masuk kelompok menengah atau tergolong mampu.
Baca juga: Panduan Lengkap Cara Cek Status Penerima dan Pencairan BLT Kesra Online, Beserta Jadwal Pencairan
Melalui integrasi data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Sosial (Kemensos) dalam sistem Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), masyarakat kini dapat memeriksa kondisi ekonomi keluarga secara mandiri, terbuka, dan lebih transparan.
Baca juga: Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Januari 2026: Besaran dan Cara Cek Penerima
Pengertian Desil DTSEN BPS
Desil DTSEN BPS merupakan sistem klasifikasi rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi yang dibagi menjadi sepuluh kelompok.
Desil 1 menunjukkan kondisi ekonomi terendah, sementara desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.
Dalam kebijakan bansos, pemerintah menetapkan desil 1 sampai desil 4 sebagai kelompok prioritas penerima berbagai program bantuan sosial.
Baca juga: Update Jadwal PKH 2026: Begini Cara Cek di Portal cekbansos.kemensos.go.id
Pembagian Desil Penerima Bansos 2026
Untuk menjaga ketepatan sasaran, masyarakat dikelompokkan berdasarkan desil ekonomi.
Desil 1 (sangat miskin) menjadi prioritas utama penerima PKH, BPNT, PBI JKN, KIP, dan bantuan pangan.
Desil 2 (miskin) berpeluang besar menerima PKH, BPNT, dan subsidi lainnya.
Desil 3–4 tergolong rentan miskin dengan peluang bantuan terbatas.
Desil 5–10 umumnya tidak masuk penerima bansos rutin.
Data desil bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti hasil pemutakhiran pendataan ekonomi.
Baca juga: Panduan Lengkap Cara Cek Status Penerima dan Pencairan BLT Kesra Online, Beserta Jadwal Pencairan
Cara Cek Desil DTSEN BPS 2026
Masyarakat dapat mengetahui posisi desil ekonomi keluarga secara online dengan menyiapkan KTP dan KK, lalu mengakses portal resmi DTSEN atau Regsosek. Setelah memasukkan NIK KTP kepala keluarga dan kode verifikasi, sistem akan menampilkan hasil desil atau persentil ekonomi.
Cara Cek NIK Terdaftar Bansos PKH dan BPNT
Selain cek desil BPS, status penerima bansos dapat diverifikasi melalui situs cekbansos.kemensos.go.id dengan mengisi data wilayah, nama lengkap sesuai KTP, dan kode captcha. Hasil pencarian akan menampilkan status penerimaan PKH atau BPNT.
Apabila seseorang sudah masuk desil prioritas namun belum terdaftar sebagai penerima bansos, disarankan segera menghubungi pendamping sosial atau aparat desa setempat.
Baca juga: Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT Januari 2026: Besaran dan Cara Cek Penerima
Penyebab Data Desil Tidak Sesuai
Penilaian kesejahteraan menggunakan metode Proxy Means Testing (PMT) yang memperhitungkan kondisi rumah, kepemilikan aset, dan fasilitas rumah tangga. Faktor seperti rumah permanen atau kepemilikan aset tertentu bisa memengaruhi skor ekonomi meskipun penghasilan rendah.
Jika terjadi ketidaksesuaian data, masyarakat dapat mengajukan sanggahan melalui musyawarah desa atau fitur usul dan sanggah pada aplikasi Cek Bansos dengan melampirkan bukti pendukung.
Jadwal Pencairan Bansos 2026
Penyaluran bansos tahun 2026 dilakukan secara bertahap melalui bank Himbara atau PT Pos Indonesia, dengan estimasi pencairan empat tahap sepanjang tahun: Januari–Maret, April–Juni, Juli–September, dan Oktober–Desember.
Baca juga: Panduan Lengkap Cara Cek Status Penerima dan Pencairan BLT Kesra Online, Beserta Jadwal Pencairan
Memahami cara cek desil bansos 2026 sangat penting untuk memastikan peluang menerima bantuan sosial. Data desil mencerminkan kondisi ekonomi keluarga, sementara DTSEN Kemensos menjadi dasar resmi penetapan penerima bansos.
Masyarakat diimbau rutin memantau data dan segera mengajukan perbaikan bila ditemukan ketidaksesuaian agar penyaluran bantuan berjalan adil dan tepat sasaran.