TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Pada Minggu (11/1/2026) kemarin sore di Kota Besi yang biasanya berjalan tenang mendadak berubah tegang.
Di Jembatan Bejarum, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), seorang pria terlihat terkapar di tepi jembatan, tak bergerak, seolah menantang bahaya yang mengintai di bawahnya.
Pemandangan itu sontak mengundang perhatian warga yang melintas. Dalam hitungan menit, kerumunan kecil terbentuk.
Bisik-bisik kekhawatiran pun muncul, sebagian menduga akan terjadi aksi percobaan bunuh diri.
“Awalnya kami kira mau bunuh diri. Soalnya dia ada di pinggir jembatan dan kelihatannya tidak berdaya. Warga juga banyak yang merekam,” ujar Rafi, warga yang berada di lokasi kejadian.
Kekhawatiran itu segera dilaporkan ke pihak kepolisian. Tak lama berselang, personel Polsek Kota Besi tiba di lokasi dan langsung bersiaga.
Situasi saat itu cukup menegangkan, aparat bahkan sudah bersiap jika sewaktu-waktu pria tersebut nekat melompat.
Namun setelah dilakukan pendekatan dan pengamanan, fakta di balik kegaduhan itu pun terungkap.
Kapolsek Kota Besi, Iptu Noor Ikhsan, memastikan tidak ada unsur percobaan bunuh diri dalam peristiwa tersebut.
“Bukan bunuh diri. Pria ini mabuk alkohol,” tegas Ikhsan saat dikonfirmasi Tribunkalteng.com, Senin (12/1/2026).
Menurutnya, pria yang diduga berasal dari Desa Pundu, Kecamatan Cempaga Hulu itu dalam kondisi mabuk berat.
Dalam perjalanan, ia tak sanggup melanjutkan langkah dan akhirnya berhenti di pinggir jembatan untuk beristirahat.
“Kondisinya membuat warga salah paham. Saat kami datang, posisi sudah siap mengantisipasi hal terburuk. Tapi setelah diamankan, ternyata dia hanya mabuk dan tidak ada niat bunuh diri,” jelas Ikhsan.
Di tengah kepanikan warga, informasi pun sempat simpang siur.
Baca juga: Wanita Diduga Coba Akhiri Hidup di Sungai Mentaya Kotim Jalan Usman Harun, Petugas Basarnas Digigit
Baca juga: Napi Narkotika Akhiri Hidup di Kamar Mandi Lapas Palangka Raya
Relawan Siaga Sampit, Chandra, menyebut kabar yang beredar di lapangan bercampur antara isu mabuk dan dugaan percobaan bunuh diri.
“Informasinya memang bercampur. Ada yang bilang mabuk, ada juga yang bilang mau bunuh diri. Padahal setelah dicek, ternyata mabuk,” ujarnya.
Pada hari yang sama, sebuah video klarifikasi dari pria tersebut beredar di media sosial.
Pria tersebut, yang kemudian disebut bernama Dayat, menyampaikan penjelasan atas peristiwa yang membuat warga resah.
“Di sini saya mau klarifikasi atas kegaduhan saya di Jembatan Bejarum, Kota Besi,” ucapnya dalam video tersebut.
Ia mengakui bahwa kejadian itu murni dipicu oleh konsumsi alkohol berlebihan.
“Saya minum terlalu banyak. Karena mabuk, saya singgah di jembatan dan tidak sadar menimbulkan kegaduhan,” tuturnya.
Dalam klarifikasinya, Dayat juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah bertindak cepat mengamankan dirinya.
“Kalau saya tidak diamankan Kapolsek Kota Besi, saya tidak tahu lagi nasib saya. Terima kasih atas tindakan cepatnya,” katanya.