Inilah Dua Jenderal Asal Sulsel Jadi 'Korban' Roasting Pandji Pragiwaksono di Mens Rea, Apa Dibahas?
January 12, 2026 12:20 PM

TRIBUN-TIMUR.COM - Dua jenderal asal Sulsel pernah disinggung komika Pandji Pragiwaksono.

Keduanya disindir saat pertunjukan 'Mens Rea'.

'Mens Rea' adalah sebuah pertunjukan stand-up comedy  yang dipersembahkan oleh Pandji Pragiwaksono sebagai seorang komika.

Dua jenderal asal Sulsel ialah Brigjen Irwan Anwar dan Irjen Ferdy Sambo.

Brigjen Irwan Anwar merupakan jenderal asal Soppeng.

Ferdy Sambo merupakan jenderal asal Toraja.

Baca juga: Soal Guyonan Pandji, Frederik Kalalembang: Harkat Orang Toraja Tak Layak Dijadikan Candaan

Pandji Pragiwaksono menyindir Irwan Anwar saat ia menjabat Kapolrestabes Semarang.

Pandji membahas kasus polisi tembak siswa SMKN 4 Semarang.

Saat itu, Irwan masih berpangkat Kombes.

Menurut Pandji, Irwan Anwar telah berbohong dalam perkara polisi menembak Gamma.

Gamma, kata Pandji, dituding melakukan tawuran, sehingga ia ditembak hingga tewas.

Dari CCTV yang dicari, tidak ada yang menunjukkan Gamma terlibat tawuran.

"Namanya adalah Gamma. Dia dibunuh nyawanya, lalu dia dibunuh namanya. Sudah meninggal ditembak, difitnah dia tawuran, padahal enggak," kata Pandji dalam pertunjukan Mens Rea yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada 30 Agustus 2025.

"Dicari CCTV untuk membuktikan apakah dia tawuran atau enggak, nggak nemu," imbuhnya.

Pandji mengatakan bahwa Irwan Anwar sempat membuat konferensi pers terkait kasus tawuran yang melibatkan korban.

Ia menyebut Irwan Anwar menunjukkan senjata-senjata dalam tawuran itu.

"Polisi double down dan bilang, 'benar Gamma tawuran.' Bikin presscon, ditunjukin senjata-senjatanya tawurannya, Kapolrestabes Semarang (Irwan Anwar) ngangkat senjatanya dua, samurai," kata dia.

"Belakangan muncul CCTV ternyata Gamma sama temennya cuma lewat, nggak ada senjata apa-apa ditembak, meninggal. Kapolrestabes Semarang bohong," tegasnya.

Foto Irwan Anwar yang memegang samurai dalam jumpa pers tentang kasus polisi tembak Gamma sempat selalu diunggah Pandji Pragiwaksono di X melalui akunnya, @pandji, setiap hari.

Foto yang diunggah Pandji tersebut menampilkan momen Irwan Anwar menunjukkan barang bukti berupa pedang samurai dalam kasus tewasnya Gamma yang ditembak anggota Polrestabes Semarang, Aipda Robig Zaenudin.

Terlihat juga ada Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, yang turut mendampingi Irwan Anwar dalam menunjukkan barang bukti yang disebut polisi sebagai barbuk tawuran.

Bukan tanpa alasan, Pandji Pragiwaksono mengaku mengunggah foto Irwan Anwar setiap hari akun X miliknya untuk meminta kejelasan tentang kasus tewasnya Gamma yang ditembak oknum polisi.

Irwan Anwar sendiri sempat menyampaikan informasi yang menimbulkan kontroversi soal kasus polisi tembak siwa SMK ini.

Irwan menuturkan bahwa penembakan yang dilakukan anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarboka) Polrestabes Semarang itu dilakukan atas dasar untuk melerai tawuran antar kelompok.

Pernyataan Irwan Anwar itu bertolak belakang dengan keterangan sejumlah saksi, yang menyebutkan bahwa tidak adanya tawuran.

Kasus kedua ialah menyindir Ferdy Sambo.

Kala itu, ada tiga mantan jenderal Polri diroasting oleh komika Pandji Pragiwaksono di dalam pertunjukan stand-up comedy spesialnya yang bertajuk 'Mens Rea'.

Pertunjukan stand-up comedy yang dihadiri 10.000 orang tersebut digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada 30 Agustus 2025.

Pertama, Pandji membahas Teddy Minahasa Putra.

Teddy Minahasa Putra atau yang dulunya dikenal dengan nama Irjen Pol. Teddy Minahasa Putra diroasting Pandji Pragiwaksono di 'Mens Rea.'

Di dalam pertunjukan itu, Pandji membongkar kejahatan Teddy Minahasa Putra yang terjerat kasus narkotika dan obat berbaya atau narkoba.

Pandji menyebut menurut kesaksian seorang perempuan yang menjadi mitra Teddy dalam melancarkan aksinya mengedarkan narkoba, Teddy sempat dipanggil ke Taiwan oleh bandar bisnis narkoba di Taiwan.

Setelah mengulas Teddy Minahasa, Pandji kemudian meroasting Ferdy Sambo dengan dalih tidak semua polisi seperti Teddy Minahasa.

"Tapi teman-teman kita mesti adil, nggak semua polisi seperti Irjen Teddy Minahasa, ada juga yang kayak Ferdy Sambo," ucapnya.

Ferdy Sambo adalah mantan Kadiv Propam Polri tahun 2020 hingga 2022.

Pangkat terakhir Ferdy Sambo di Polri sama seperti pangkat Teddy, yakni Irjen.

Ia juga dipecat secara tidak hormat atau PTDH sebagai Pati Polri pada 19 September 2022.

Ferdy Sambo dipecat karena terlibat kasus pembunuhan berencana ajudannya sendiri yang bernama Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Ferdy Sambo lahir di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada tanggal 9 Februari 1973.

Ia memiliki istri yang bernama Putri Candrawathi.

Sambo dan Putri mempunyai empat orang anak yang bernama Trisha Eungelica Ardyadana Sambo, Tribrata Putra Sambo, Datia Sambo, dan Arka.

Ferdy Sambo adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.