Aturan Baru MotoGP 2026: Pembalap Jatuh Wajib ke Balik Pagar Kalau Mau Lanjut Balapan
January 12, 2026 01:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Aturan baru MotoGP 2026 diumumkan oleh FIM (Federasi Balap Motor Internasional) terkait larangan pembalap menyalakan motor di pinggir lintasan, Senin (12/1/2026).

Khususnya ketika pembalap terjatuh, biasanya di kelas MotoGP rider yang mengalami crash atau jatuh boleh menyalakan motornya lagi di pinggir lapangan kemudian melanjutkan balapan setelah kuda besinya menyala.

Hal itu dilakukan oleh jajaran pembalap dunia baik ketika mengarungi sesi latihan bebas (FP), kualifikasi (Q), hingga balapan utama maupun sprint.

Tapi kebiasaan itu akan dirubah di MotoGP 2026 mendatang seiring dengan rilisan dari FIM terkait aturan anyar yang menyebutkan bahwa pembalap dilarang menyalakan motor di lintasan.

lihat foto
MARC MARQUEZ - Pembalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez, keluar lintasan saat sesi latihan bebas pertama Grand Prix Australia MotoGP di Phillip Island pada 20 Oktober 2023. (Foto Arsip Oktober 2023). PAUL CROCK/AFP

FIM mengumumkan aturan baru untuk musim 2026 nanti bukan hanya untuk MotoGP tapi juga akan berlagu WorldSBK yang menegaskan tidak diperbolehkan lagi menyalakan motor di area pinggir lintasan atau run-off area setelah terjatuh.

Maka dari itu, dengan aturan baru ini, menyalakan mesin yang mati setelah jatuh harus dilakukan di balik pagar pengaman atau di jalan servis atau service road.

Alasan FIM Umumkan Aturan Baru

Latar belakang FIM mengumumkan atura baru MotoGP 2026 adalah untuk meningkatkan keselamatan kepada marshal yang berada di pinggir lapangan gravel.

Baca juga: Alex Marquez Permulus Kontrak Baru Pecco Bagnaia di Ducati untuk MotoGP 2027

FIM menjelaskan perubahan ini bertujuan untuk menjaga nyawa para marshal. Berada di pinggir lintasan saat motor-motor lain masih melaju kencang sangatlah berisiko.

Aturan ini tidak hanya berlaku untuk MotoGP dan WorldSBK, tetapi juga untuk seluruh kejuaraan balap motor di bawah naungan FIM, termasuk balapan ketahanan (Endurance World Championship).

FIM mengakui bahwa aturan ini mungkin akan sedikit menyulitkan pembalap di awal penerapannya, namun keselamatan petugas di lapangan jauh lebih penting.

Lalu, bagaimana alur atau prosesnya untuk pembalap menerapkan aturan ini? Hal ini mengingat MotoGP 2026 akan berlangsung sebentar lagi.

Penerapan Aturan Baru MotoGP 2026

lihat foto
PECCO BAGNAIA - Pebalap Pramac Racing Italia Francesco Bagnaia terguling di tanah setelah ia mengalami kecelakaan pada Grand Prix MotoGP Emilia Romagna di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli pada 20 September 2020. (Foto Arsip September 2020). ANDREAS SOLARO / AFP

Setelah pembalap mengalami crash atau terjatuh, FIM menuturkan bahwa rider masih boleh melanjutkan balapan atau sesi latihan, tetapi ada prosedurnya.

  • Jika motor mati

Setelah jatuh dan motor yang yang ditungganginya mati, harus segera dibawa oleh marshal ke balik garis perlindungan pertama (pagar pengaman).

Proses menyalakan mesin hanya boleh dilakukan di jalan servis atau tempat yang aman dan terlindungi, agak jauh dari lintasan.

Setelah mesin menyala di balik pagar, pembalap baru diperbolehkan masuk kembali ke sirkuit.

  • Jika motor masih menyala

Pembalap bisa langsung lanjut, tetapi marshal berhak menghentikan mereka jika motor terlihat rusak parah atau mengalami kebocoran cairan yang bisa membahayakan pembalap lain.

Andai ada kasus motor perlu sedikit perbaikan atau penyetelan setelah jatuh, hanya pembalap yang boleh melakukannya di balik pagar. Marshal hanya bertugas membantu mendorong atau menyalakan mesin.

Penerapan ini akan dilakukan oleh rider elite dunia, di mana MotoGP 2026 akan bergulir pada 27 Februari hingga 1 Maret mendatang di Thailand. Sementara WSBK akan memulai dari seri Australia pada 20-22 Februari 2026.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.