Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kasus perampasan anting yang menimpa siswi SDN 3 Jaten, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, diduga bukan aksi pertama dari pelaku.
Pelaku disebut pernah melakukan perbuatan serupa di sekolah lain di Kota Solo.
Peristiwa perampasan terjadi saat korban pulang sekolah pada Jumat (9/1/2026) siang.
Korban diketahui bernama Alsava Cantika Cahya, putri dari Danang Nur Cahyo dan Nia Gustianingrum, warga Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar.
Kepala SDN 03 Jaten, Chatarina Retmawati, mengungkapkan informasi tersebut terungkap dari komunikasi orang tua korban dengan pihak lain yang mengalami kejadian serupa.
"Orang tuanya korban ternyata punya teman yang anaknya sekolah di SD Kanisius Solo, kemudian teman dari orang tu korban itu bilang, pelakunya sama seperti yang peristiwa yang di kota Solo, kemudian setelah saya cek di CCTV itu, ternyata pelakunya sama," kata Catharina, Senin (12/1/2026).
Chatarina mengatakan, pihak sekolah bersama orang tua korban telah melaporkan kasus perampasan tersebut ke kepolisian.
Baca juga: Pengamanan SDN 3 Jaten Karanganyar Diperketat, Penjemput Wajib Tunggu di Luar Sekolah
Dari hasil pemeriksaan kamera pengawas, wajah pelaku telah berhasil diidentifikasi dan kini masih dalam pencarian aparat.
"Kami sudah mengetahui wajah pelaku dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi," kata Chatarina.
Baca juga: Kepsek Sebut Perampas Anting Siswi SDN 3 Jaten Karanganyar Tak Pernah Terlihat di Sekitar TKP
Sementara itu, ibu korban, Nia Gustianingrum, membenarkan bahwa pelaku diduga pernah beraksi di SD Kanisius Solo beberapa hari sebelum kejadian di SDN 3 Jaten.
Dia mengatakan, aksi serupa diketahui terjadi pada Senin (5/1/2026) lalu.
"Informasi dari teman saya, bahwa pelaku pernah melakukan hal yang sama terhadap anak saya minggu lalu, hal itu diketahui ketika saya dilakukan pengecekan wajah pelaku di SDN 3 Jaten dengan SD Kanisius Solo," kata dia.
Kasus ini kini ditangani kepolisian untuk mengungkap rangkaian aksi pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa.