TRIBUNBANTEN.COM, PANDEGLANG - Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, kembali teredam banjir, Senin (12/1/2026).
Ketinggian air mencapai 1,2 meter, paling tinggi dibandingkan banjir sebelumnya.
Desa Idaman berjarak sekitar 37,2 kilometer dari Kantor Bupati Pandeglang. Apabila menggunakan mobil, waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit.
Kepala Desa (Kades) Idaman, Hilman mengatakan, banjir terjadi sejak hari Sabtu hingga saat ini, yang mengakibatkan Sungai Cilemer kembali meluap.
Ada sebanyak 422 Kepala Keluarga (KK) dari 1,266 jiwa yang terdampak akibat banjir tersebut.
"Dari hari Sabtu sampai sekarang, cuma yang paling tinggi atau parah hari ini," katanya dalam sambungan telepon.
Menurutnya, air hingga kini belum surut malah semakin naik.
"Makin naik. Karena sekarang juga belum surut. Malah kalau air naik 50 centimeter, kemukiman warga bisa mengungsi," ujarnya.
Baca juga: 40 Rumah di Desa Katumbiri Pandeglang Terendam Banjir, 3 Rumah Jebol
Ia menyebutkan, akses jalan darat sekarang ini terputus, terutama jalur Sodong- Picung dan Sarianen-Pagelaran.
"Terputus kalau jalur darat, sekitar 50 kilometer lah," katanya.
Warga yang terdampak sebagian ada yang mengungsi ke rumah saudaranya masing-masing.
"Ada yang mengungsi ke dataran lebih tinggi. Tapi tidak keluar dari desa," katanya.
"Alhamdulilah korban tidak ada," sambungnya.
Ia mengaku sudah memberikan himbauan kepada para warga agar tidak mengungsi tetapi tidak berpencar.
"Tadi sudah saya kasih himbau, kalau terjadi banjir besar kita sama-sama mengungsi di Pagelaran. Jangan berpisah gitu," ujarnya.
Ia mengungkapkan, banjir yang terjadi di Desa Idaman sudah kelima kalinya.
"Sudah lima kali, terhitung dari mulai banjir kecil hingga besar," ungkapnya.
Terkait penanganan, petugas BPBD Pandeglang sudah sangat sering.
"Sering kalau ke sini mah, karena mereka sudah tahu kalau hujan tinggi, Idaman sudah pasti banjir," katanya.
"Cuma kalau bantuan logistik sekarang mah belum ada, tapi kalau yang kemarin mah sudah ada," sambungnya.
Ia berharap kepada pihak terkait agar ada penangan tanggul banjir untuk Sungai Cilemer dan Cimoyan.
"Saya dan warga harapannya pengen itu," ucapnya.