Penyebab Kematian Mahasiswa Unima Evia Maria Mangolo, Penyelidikan Awal Polisi Diduga Depresi
January 12, 2026 02:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tabir kematian Evia Maria Mangolo, mahasiswi Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang ditemukan tak bernyawa di tempat kosnya di Tomohon, mulai terkuak.

Kepolisian Daerah Sulawesi Utara akhirnya menyampaikan hasil sementara penyelidikan yang menjawab berbagai pertanyaan publik.

Dalam keterangan resmi kepada media, Polda Sulut mengungkapkan bahwa kematian Evia diduga kuat merupakan tindakan mengakhiri hidup.

Baca juga: Polda Sulut Ungkap Penyebab Kematian Evia, Ini Tanggapan Kuasa Hukum Keluarga

Kesimpulan sementara ini disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulut, Kombes Pol Suryadi, berdasarkan hasil penyelidikan awal yang telah dilakukan penyidik.

Menurut pihak kepolisian, dugaan tersebut diperkuat oleh sejumlah temuan di lokasi kejadian serta keterangan yang telah dikumpulkan.

Dari hasil pendalaman sementara, Evia diduga mengalami depresi yang menjadi pemicu utama hingga nekat mengakhiri hidupnya di tempat kos.

Meski demikian, Polda Sulut menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan.

Polisi masih mengumpulkan keterangan tambahan guna memastikan secara menyeluruh latar belakang dan kondisi psikologis korban sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

"Ini kesimpulan sementara dari hasil penyelidikan korban karena depresi," ujar Suryadi didampingi Dires PPA /PPO Noni Sengkey dan Iptu Hasi Berto, 
Senin (12/1/2025).

Suryadi mengungkapkan, korban diduga mengalami depresi karena ada tekanan masalah yang dihadapi selama ini.

"Dari bukti-bukti yang kami temui diduga korban depresi karena masalah keluarga, studi dan hubungan asmara," ujar tutur Suryadi.

Menurutnya, penyidik masih mendalami kasus ini dengan meminta keterangan dokter terkait depresi yang dialami korban.

"Kita juga meminta keterangan pihak keluarga, dan juga pacar dari korban.

Yang pasti kasus ini terus kita dalami karena ini sudah dilaporkan ke Polda Sulut," pungkasnya.

Evia Mangolo Diduga Korban Kasus Pembunuhan

Dugaan awal menyebut penyebab kematian Evia Maria karena bunuh diri.

Namun belakangan, muncul kecurigaan pihak keluarga bahwa Evia Maria dibunuh.

Dugaan ini mengemuka setelah keluarga melihas hasil autopsi korban. 

Pihak keluarga pun berharap tabir di balik kematian putri mereka dapat dibuka. 

Keluarga melalui kuasa hukum Cyprus Tatali menyatakan, pihak keluarga memutuskan untuk mengautopsi jenazah Evia untuk mengungkap penyebab kematiannya. 

"Agar supaya tidak ada multi tafsir, maka diputuskan untuk diadakan otopsi," terang Cyprus Tatali kepada Tribunmanado di rumah persemayaman jenazah di Perum CBA Gold Mapanget, Minut, Jumat (2/1/2026). 

Autopsi terhadap jenazah Evia dilakukan beberapa hari yang lalu. 

Ditemukan sejumlah kejanggalan. Terdapat luka lebam di beberapa bagian tubuh Evia. 

"Untuk posisi kain juga agak janggal," katanya. 

Dengan autopsi, kasus ini akan menemukan titik terang yang diharapkan keluarga. 

"Jika memang itu bukan bunuh diri, siapa pelakunya?" tanya dia. 

Cyprus Tatali juga menyampaikan kekesalan pihak keluarga terhadap penanganan kepolisian di Tomohon. 

"Atas izin siapa oknum polisi langsung pindahkan jenazah korban ke rumah sakit, dalam teori penyelidikan, kalau orang mati tak wajar, tak serta merta langsung dibawa ke rumah sakit," katanya. 

Untuk kasus kematian tak wajar seperti Evia, pihak kepolisian menghubungi pihak Inafis.

Karena inafislah yang berwenang untuk menangani jenazah korban dan menyimpulkan penyebab kematiannya.

"Kami minta tolong pada pak kapolda, pak kapolda ini adalah seorang yang berprestasi, profesional dan tegak lurus dalam menegakkan aturan, tak ada alasan oknum polisi di Tomohon mengambil langkah sebelum menghubungi Inafis, karena matinya tak wajar, mereka juga tidak bisa menyimpulkan telah terjadi bunuh diri, ini wewenangnya Inafis," kata kuasa hukum.

Antonius ayah dari korban sangat berharap pihak kepolisian dapat mengungkap tabir misteri di balik kematian putrinya. 

"Saya berharap institusi kepolisian sebagai penegak hukum dapat mengungkap kasus kematian tak wajar ini, kami semua mempercayakan penanganan kasus ini pada pihak kepolisian, kami bermohon pak Kapolda," katanya.

Kronologi

Korban ditemukan meninggal di salah satu indekost di Kota Tomohon pada Selasa (30/12/2025)..

Dari informasi dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita. 

Penemuan berawal saat pemilik kost berinisial YR, yang tinggal di Kelurahan Matani Satu, menerima panggilan dari salah satu penghuni kost.

Mendengar hal itu, YR langsung bergegas menuju lokasi indekost.

Setibanya di tempat kejadian, YR melihat korban berada di depan pintu masuk kost dengan kondisi sudah meninggal.

Selanjutnya, YR menghubungi pihak kelurahan untuk melaporkan kejadian tersebut.

Tak berselang lama, personel Polsek Tomohon Tengah langsung mendatangi lokasi kejadian. 

Kapolsek Tomohon Tengah IPTU Stenly Tawalujan, bersama tim identifikasi dari Polres Tomohon kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kontak bantuan

Bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.

Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup. Anda tidak sendiri.

Layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling,

Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling.

-

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.