TRIBUNLOMBOK.COM - Umat Muslim di seluruh dunia kini tengah bersiap menyambut datangnya Isra Miraj, sebuah perjalanan agung yang menjadi tonggak sejarah penting dalam agama Islam.
Berdasarkan penanggalan Hijriyah, peristiwa luar biasa ini diperingati setiap tanggal 27 Rajab, yang pada tahun ini bertepatan dengan Jumat, 16 Januari 2026.
Momen penuh kemuliaan ini bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan waktu yang tepat bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah membasahi lidah dengan doa dan dzikir.
Ada satu dzikir yang diajarkan Nabi Ibrahim AS kepada Nabi Muhammad SAW ketika Rasulullah mengalami peristiwa Isra Miraj.
Dzikir ini bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan, mengingat Allah dalam setiap langkah kehidupan, serta mendekatkan diri kepada-Nya.
Isra Miraj adalah perjalanan agung Nabi Muhammad SAW yang ditempuh dalam waktu semalam dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa (Isra) di Yerussalem.
Tak hanya itu, kemudian Nabi Muhammad SAW juga mengalami perjalanan sampai di langit ketujuh (Miraj), lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha.
Sidaratul Muntaha menjadi akhir perjalanan untuk menerima perintah salat lima waktu dari Allah SWT.
Ketika Nabi Muhammad SAW sampai di langit ketujuh, Nabi Ibrahim mengajarkan dzikir yang nantinya menjadi tanaman subur di surga.
Bacaan Dzikir yang Diajarkan Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad SAW
Inilah amalan dzikir yang diajarkan Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Isra Miraj yang dianjurkan dibaca oleh umat Rasulullah:
لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّ
Laa haula walaa quwwata illa billah
Artinya: "Tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah."
Dzikir tersebut bisa dilihat dari yang diriwayatkan oleh Abu Ayyub Al Anshari ra.
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَيْلَةَ أُسْرِىَ بِهِ مَرَّ عَلَى إِبْرَاهِيمَ فَقَالَ مَنْ مَعَكَ يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَذَا مُحَمَّدٌ.فَقَالَ لَهُ إِبْرَاهِيمُ مُرْ أُمَّتَكَ فَلْيُكْثِرُوا مِنْ غِرَاسِ الْجَنَّةِ فَإِنَّ تُرْبَتَهَا طَيِّبَةٌ وَأَرْضَهَا وَاسِعَةٌ. قَالَ « وَمَا غِرَاسُ الْجَنَّةِ ». قَالَ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
Artinya: "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada malam Isra’, pernah melewati Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.
Saat itu, Nabi Ibrahim bertanya pada malaikat Jibril, 'Siapa yang bersamamu wahai Jibril?' Ia menjawab, 'Muhammad'.
Ibrahim pun mengatakan pada Muhammad, 'Perintahkanlah pada umatmu untuk membiasakan memperbanyak (bacaan dzikir) yang nantinya akan menjadi tanaman surga, tanahnya begitu subur, juga lahannya begitu luas'.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, 'Apa itu ghirosul jannah (tanaman surga)?' Ia menjawab, Laa hawla wa laa quwwata illa billah (tidak ada daya dalam menjauhi maksiat dan tidak ada upaya menjalankan ketaatan melainkan dengan pertolongan Allah)." (HR. Ahmad, 5: 418)
Hadis ini secara sanad dhaif, namun Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa isi hadis itu shahih karena punya berbagai macam penguat.
Meski begitu, mayoritas ulama tidak mewajibkan agar dzikir itu dibaca pada malam Isra Miraj.
Dzikir itu bisa dibaca kapan saja dan dalam keadaan apa pun.