Timothy Ronald, Sang Raja Krypto Dilaporkan ke Polisi, Kerugian Capai Rp 200 Miliar
January 12, 2026 04:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM - Timothy Ronald, influencer yang dijuluki sebagai Raja Kripto resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya kasus dugaan penipuan.

Laporan tersebut diajukan oleh seorang pelapor berinisial Y dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan, dikonfirmasi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto.

“Benar, ada laporan terkait kripto oleh pelapor berinisial Y,” kata Bhudi saat dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026).

Baca juga: Profil dan Harta Kekayaan Raja Juli Antoni, Menhut Asal Riau Jadi Sorotan Pasca Bencana di Sumatera

Pihak kepolisian menyatakan akan memanggil pelapor untuk klarifikasi serta menelaah barang bukti yang disertakan.

Hingga kini, belum ada penetapan tersangka, dan penyidik masih mendalami fakta untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana.

Kasus dugaan penipuan ini bermula dari para korban yang tergabung di grup Discord Akademi Crypto, mendapat tawaran trading kripto, dan merasa dirugikan.

Laporan polisi kemudian diunggah oleh akun Instagram @cryptoholic.idn, hingga viral di media sosial.

Menurut kronologi, pada Januari 2024 korban diarahkan untuk membeli koin Manta dengan janji potensi kenaikan 300–500 persen.

Korban membeli koin senilai Rp 3 miliar, namun harga koin justru turun drastis hingga kerugian sekitar 90 persen, jauh dari janji awal.

Dalam laporan polisi, nama Timothy Ronald dan seorang trader kripto bernama Kalimasada disebut sebagai pihak terkait. Hingga kini, belum ada respons dari kedua pihak tersebut.

Laporan itu menjerat beberapa pasal, antara lain:

Pasal 45A ayat 1 jo Pasal 28 ayat 1 dan/atau Pasal 80, 81, 82 UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana

Pasal 492 KUHP

Pasal 607 ayat 1 huruf a, b, c UU Nomor 1 Tahun 2023

Penyidik masih terus mendalami bukti dan kesaksian untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kerugian Member Academy Crypto Capai 200 Miliar

Di sisi lain, beredar di media sosial bahwa pelaporan diduga akibat adanya sejumlah korban buntut menjadi member Akademi Crypto.

Adapun Akademi Crypto merupakan platform yang didirikan oleh Timothy bersama rekannya, Kalimasada.

Diduga platform itu digunakan mereka untuk melakukan penipuan dengan modus mengajak berinvestasi pada sejumlah aset kripto demi keuntungan pribadi.

Dugaan penipuan itu diungkap melalui unggahan akun Instagram @skyholic888.

Berdasarkan unggahan akun tersebut, korban diperkirakan mencapai 3.500 orang dan diduga mengalami kerugian mencapai Rp200 miliar.

Selain itu, para korban juga disebut sempat diancam saat akan melapor ke polisi.

Namun, mereka lantas memberanikan diri untuk melapor setelah membuat sebuah grup.

Lalu seperti apa Akademi Crypto yang diduga digunakan Timothy dan rekannya untuk menipu sejumlah orang? Berikut rangkumannya.

Profil Singkat Akademi Crypto

Dikutip dari laman resminya, Akademi Crypto merupakan platform edukasi dan riset terkait kripto.

Tidak diketahui secara pasti sejak kapan platform tersebut berdiri.

Namun, mengutip dari Linkedin Timothy Ronald, Akademi Crypto sudah dipimpin oleh sosok kelahiran Tangerang itu sejak tahun 2022.

Platform ini ditargetkan bagi pemula yang ingin belajar terkait kripto, aset digital, dan blockchain.

Adapun para member yang sudah mendaftar akan memperoleh benefit berupa modul pembelajaran hingga video dalam bentuk webinar yang berisi tentang dasar-dasar kripto, trading, hingga manajemen portofolio.

Selain itu, anggota juga akan memperoleh informasi terkait harga kripto secara langsung yang dapat diketahui melalui aplikasi komunikasi daring, Discord.

Bagi yang mau berlangganan, maka wajib membayar sebesar Rp17 juta agar dapat memperoleh akses seluruh fitur dari Akademi Crypto selama setahun.

Di sisi lain, Akademi Crypto juga memiliki akun medsos seperti Instagram, TikTok, dan YouTube dengan pengikut di atas 200 ribu orang.

Bahkan, akun Instagram Akademi Crypto memiliki 1 juta pengikut.

Timothy sempat mengklaim bahwa hadirnya Akademi Crypto disambut positif oleh member yang sudah bergabung.

Baca juga: Polda Metro Jaya Terima Laporan Dugaan Penipuan Trading Kripto, Nama Timothy Ronald Terseret

Dia juga mengaku sudah ada 2.000 orang yang telah berlangganan.

Ia turut membantah bahwa Akademi Crypto merupakan platform yang menjurus ke penipuan investasi.

"Kita tanyain ke hampir sekitar 2.000 manusia yang belajar di Akademi Crypto. Satu pun nggak ada yang nyacat," katanya dikutip dari YouTube Timothy Ronald.

Timothy lalu turut memperlihatkan member yang mengaku telah mengalami keuntungan ketika berinvestasi di kripto usai berlangganan Akademi Crypto.

"Nih udah ada yang return (untung) gara-gara subscribe Akademi Crypto," ujarnya.

Di sisi lain, Timothy dan Kalimasada sempat bertemu dengan para member Akademi Crypto yang ditayangkan di kanal YouTube miliknya pada 20 September 2025.

Dalam pertemuan itu, banyak member yang mengaku mengalami keuntungan ratusan juta hingga miliaran rupiah setelah belajar terkait kripto di Akademi Crypto.

Bahkan, ada salah satu member yang mengaku sebagai karyawan IT sudah memperoleh keuntungan hingga Rp2 miliar setelah berinvestasi kripto.

"Ya walaupun saya cuma karyawan IT gajinya 7-8 juta, tapi sekarang sudah megang sampai Rp2 miliar lah. Walaupun itu juga masih sedikit sih," ujarnya.

Timothy pun menyebut ketika berinvestasi kripto, maka tidak mungkin mengalami kerugian.

Adapun keyakinan Timothy itu berdasarkan harga kripto yang terus mengalami kenaikan secara year to year (y-o-y).

"Nggak mungkin bisa rugi (investasi kripto) karena kenaikan mencapai 500 persen. Kebetulan kita lahir di era ketika aset bisa naik hingga 600 persen," jelasnya.

Sosok Timothy Ronald

Timothy Ronald dikenal sebagai influencer finansial dan investor muda yang namanya melejit seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap aset kripto di Indonesia.

Lahir di Tangerang, 22 September 2000, ia mulai terjun ke dunia investasi sejak remaja dan kerap dijuluki “Raja Kripto” oleh pengikutnya di media sosial.

Kariernya semakin dikenal publik setelah ikut mendirikan Ternak Uang, platform edukasi investasi yang sempat viral di kalangan anak muda.

Meski kemudian keluar dari platform tersebut, langkah itu justru menjadi titik awal untuk membangun jalur independen dan mengembangkan proyek pribadinya.

Pada akhir 2022, Timothy mendirikan Akademi Crypto, sebuah komunitas edukasi aset kripto dan teknologi blockchain yang disebut-sebut sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia.

Ia aktif menyuarakan literasi keuangan digital dan investasi kripto, sekaligus membagikan pandangan tentang makroekonomi, strategi investasi jangka panjang, dan mindset orang kaya.

Konten-kontennya disebarkan melalui Instagram dan YouTube, membuat basis pengikutnya terus berkembang. Hingga akhir 2025, Timothy meluncurkan Ronald Media, perusahaan media kreatif untuk mengembangkan konten dan bisnis digital.

Akun Instagramnya, @timothyronaldd, kini diikuti sekitar 2,3 juta pengikut, menegaskan posisinya sebagai salah satu figur muda paling berpengaruh di ranah finansial digital Indonesia.

( Tribunpekanbaru.com / Tribunnews )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.