Ibu Murid PAUD di Kampar yang Kritik MBG Itu Lapor ke Ombudsman, Sepekan Anaknya Tak Masuk Sekolah
January 12, 2026 05:17 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Murid PAUD Melati Desa Ranah Baru Kecamatan Kampar belum masuk sekolah hingga Senin (12/1/2026).

Sementara ibunya telah melapor ke Ombudsman.

Nurul Oriana mengaku belum mengantar putrinya ke sekolah.

Putrinya itu sudah tidak masuk sekolah selama sepekan sejak liburan semester ganjil dan akhir tahun usai, Senin (5/1/2026).

Ia mempertimbangkan psikologis dan rasa aman putrinya di sekolah. Ia masih menunggu pertanggungjawaban secara langsung dari pihak yang mengintimidasinya setelah mengkritik sajian Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: DPRD Kampar Klaim Polemik Ibu Murid PAUD yang Viral Terkait MBG Sudah Selesai

  • Inilah Bunyi Pesan Istri DPRD Kampar ke Ibu Murid PAUD yang Dimintai Pertanggungjawaban
  • Harta Anggota DPRD Kampar yang Istrinya Dimintai Pertanggungjawaban oleh Orangtua Murid PAUD

Intimidasi itu datang dari Nurbaidho, istri seorang anggota DPRD Kampar, Anasril. Ada pesan melalui grup WhatsApp sekolah yang mengisyaratkan putrinya berinisial A diberhentikan dari sekolah. 

Pertemuan memediasi persoalan itu telah digelar di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kampar.

Pertemuan diklaim menghasilkan perdamaian.

Nurul menyatakan perdamaian itu masih sepihak. Pasalnya orang yang paling bertanggung jawab dan belum menyampaikan pertanggungjawaban secara langsung. 

Nurul telah mengadukan persoalan itu ke Ombudsman Riau, Rabu (7/1/2026).

Menurut dia, pengaduan itu ihwal dugaan penyalahgunaan wewenang oleh unsur pengurus yayasan PAUD.

Hal itu telah berdampak munculnya rasa takut. Sementara pengurus yayasan belum menyampaikan klarifikasi secara terbuka dan pertanggungjawaban secara langsung.

Isi Chat WA

Nurul Omaria menuntut pertanggungjawaban dari pengurus yayasan. 

Pertanggungjawaban itu terhadap pesan WhatsApp yang dianggapnya berisi ancaman.

Ia merasa terancam putrinya dipecat dari sekolah. 

Nurul mengungkap isi percakapan dalam sebuah grup WhatsApp.

Ia tak menampik pesan dalam percakapan itu dari Nurbaido, istri anggota DPRD Kampar, Anasril yang diketahui sebagai pengurus Yayasan Pos PAUD Melati. 

"Itu chat di grup WA," katanya ketika dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com, Rabu (7/1/2026).

Ada dua pesan reaksi terhadap kritikannya yang menyinggung sajian Makan Bergizi Gratis (MBG). Kritikan itu diunggahnya di akun Facebook miliknya pada Rabu (24/12/2025).

"Silakan besok jangan antar anaknya ke PAUD. Istirahat saja dulu di rumah atau cari tempat lain atau MBG yang tidak sama," demikian isi satu pesan WhatsApp itu. 

Pesan lainnya ditujukan kepada orangtua murid PAUD.

Pesan itu menyinggung komentar tentang MBG di media sosial.

Ada kata tolol hingga jeruji besi dalam pesan itu.

"Kepada seluruh ortu PAUD Melati yang terhormat. Semoga selalu sehat dan bahagia bersama keluarga di waktu liburan ini. Untuk jatah MBG kalau tidak mau nggak apa-apa ya.  Terima kasih. Dan jangan banyak komen yang tidak jelas di medsos kalau kita tidak tau, nanti bisa menyeret anda ke jeruji besi alias penjara. Oke, makasih untuk yang paham, yang merasa tolol, atau bongak (bodoh) silakan lanjutkan jarimu mengetik terus sampai nanti bersujud ke yang dimaksud. Wslm," tulis pesan itu. 

Nurul mengungkap ancaman itu dalam sebuah video.

Video itu pun viral.

( Tribunpekanbaru.com / Fernando Sihombing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.