TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Bogor Street Festival (BSF) Cap Go Meh (CGM) akan kembali digelar pada tahun 2026. Kegiatannya dijadwalkan pada 3 Maret bertepatan dengan bulan Ramadan.
Ketua Panitia BSF CGM 2026, Arifin Himawan, mengatakan bahwa kondisi ini belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga menjadi momen yang sangat istimewa karena dilaksanakan pada bulan yang sama.
“Ini kami lihat menjadi momen yang baik, di mana terbangun toleransi dan kerukunan dalam satu event CGM dan Ramadan 2026 di Kota Bogor,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Oleh karena itu, dalam persiapannya, panitia melakukan berbagai penyesuaian, terutama pada rute yang akan dilalui saat pawai budaya agar jaraknya lebih dekat.
Arifin menjelaskan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya rute pelaksanaan pawai dilakukan hingga Jalan Siliwangi.
Namun, untuk tahun ini rute dibatasi hanya sampai Gang Aut dan iring-iringan akan kembali ke titik awal melalui Jalan Roda.
“Dalam rangkaian menuju Bogor Street Festival, nantinya akan ada bazar UMKM selama tiga hari di Jalan Suryakencana yang dimulai sejak 1 hingga 3 Maret 2026,” ujarnya.
Pembukaan bazar rencananya akan diawali dengan kegiatan buka puasa bersama 400 anak yatim yang berasal dari enam kecamatan di Kota Bogor.
“Jadi, di hari yang sama bazar UMKM Ramadan akan dimulai sejak sore hari dan diisi dengan berbagai kegiatan bernuansa Ramadan serta seni budaya,” ucapnya.
Agar tidak mengganggu ibadah di bulan Ramadan, khususnya pelaksanaan salat tarawih, pawai budaya akan dilaksanakan setelahnya.
Menjelang pelaksanaan Bogor Street Festival, saat ini panitia tengah menghitung kebutuhan tenda sepanjang sekitar 100 meter yang akan digunakan untuk bazar UMKM.
“Para pelaku UMKM akan diseleksi terlebih dahulu dengan jumlah tidak kurang dari 150 UMKM,” ujarnya.