TRIBUNMATARAMAN.COM - Nama pesinetron Roby Tremonti kembali bergema di ruang publik. Kali ini bukan karena peran sinetron atau proyek layar lebar terbarunya, melainkan karena pusaran kontroversi yang muncul bersamaan dengan rilis buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans.
Buku tersebut menjadi perbincangan hangat lantaran memuat kisah traumatis penulisnya di masa remaja, termasuk dugaan child grooming dan kekerasan yang dilakukan sosok pria bernama “Bobby”.
Meski tidak pernah disebutkan secara eksplisit, ciri-ciri tokoh “Bobby” dalam buku itu memicu spekulasi warganet. Nama Roby Tremonti pun terseret, mengingat ia diketahui pernah menjalin hubungan dengan Aurelie ketika sang aktris masih berusia 15 tahun. Sejak itu, Roby menjadi sasaran hujatan, tudingan, hingga seruan boikot.
Klarifikasi Setelah 16 Tahun Diam
Merasa terus disudutkan, Roby akhirnya memilih angkat bicara. Lewat siaran langsung di akun Instagram pribadinya, Senin (12/1/2026), ia meluapkan kegelisahan yang, menurut pengakuannya, telah dipendam selama bertahun-tahun.
“Udah 16 tahun aku diem aja, diinjak, dihina. Enam belas tahun. Relevansinya di mana? Dibilang KDRT, buktinya mana?” ujar Roby dengan nada tegas.
Ia mengaku selama ini memilih diam meski berbagai narasi negatif terus mengaitkan namanya dengan isu masa lalu. Roby juga membenarkan bahwa dirinya pernah menikah dengan seorang perempuan keturunan Jawa-Belgia, namun membantah tudingan kekerasan dalam rumah tangga yang kini ikut menyeruak.
Sindiran untuk Buku Broken Strings
Dalam live tersebut, Roby turut menyinggung buku Broken Strings yang ditulis Aurelie Moeremans. Ia mempertanyakan kredibilitas penulisan buku itu karena, menurutnya, penulis tidak berada di Indonesia.
“Nulis buku, tapi orangnya enggak ada di Indonesia,” ucapnya.
Tak berhenti di situ, Roby bahkan menuding buku tersebut ditulis dengan bantuan prompt, seolah menyiratkan proses kreatif yang dinilainya tidak autentik.
“Kayak pinter aja, itu dari prompt, indah banget,” katanya, memancing reaksi beragam dari warganet.
Roby menilai narasi yang berkembang sengaja diarahkan untuk membangun kebencian publik terhadap dirinya.
Ia merasa sedang menjadi korban cancel culture yang masif dan tak terkendali. Bahkan, ia mengisyaratkan akan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai mencemarkan nama baiknya.
Dugaan Child Grooming dan Spekulasi Publik
Dalam buku Broken Strings, Aurelie Moeremans mengisahkan pengalaman pahitnya menjadi korban kekerasan seksual di usia 15 tahun.
Ia menggambarkan sosok “Bobby” sebagai pria yang awalnya penuh perhatian, namun perlahan berubah menjadi manipulatif, posesif, hingga melakukan kekerasan fisik dan psikologis, termasuk penyebaran foto pribadi.
Detail-detail yang dituliskan mulai dari selisih usia, gaya berpakaian, hingga kebiasaan mengenakan rantai di celana membuat warganet menautkan kisah tersebut dengan Roby Tremonti.
Meski demikian, hingga kini Aurelie belum memberikan keterangan resmi terkait identitas “Bobby” yang dimaksud dalam bukunya.
Seruan Boikot dan Tekanan di Media Sosial
Gelombang reaksi publik pun tak terelakkan.
Kolom komentar Instagram Roby dipenuhi hujatan, bahkan ia sempat menutup kolom komentarnya.
Namun tekanan tetap datang dari berbagai arah, termasuk di unggahan film Tenung yang menampilkan Roby sebagai salah satu pemeran. Seruan boikot terhadap dirinya kian nyaring terdengar.
Ironisnya, di tengah badai kritik tersebut, Roby justru terlihat membuka peluang endorsement. Melalui Instagram Story, aktor sinetron Amanah Wali itu menawarkan jasa promosi kepada pelaku usaha.
“Yang mau promoin apa pun, bisa DM ke Roni yah @moreno.management, WA ada di bio gue,” tulisnya.
Ia bahkan mengakui jumlah pengikutnya masih kecil, namun optimistis dengan eksposur yang tengah ia dapatkan.
“Followers gue masih kecil, tapi exposure ini akan gue tahan sampai pada waktunya.”
Langkah Roby membuka endorsement memantik kemarahan warganet. Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak sensitif terhadap isu yang tengah bergulir. Komentar bernada ancaman boikot pun bermunculan.
“Awas aja ada yang beneran endorse, produknya gue blacklist,” tulis seorang netizen.
“Boikot brand yang endorse dia,” komentar lainnya.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Aurelie Moeremans terkait dugaan bahwa Roby Tremonti adalah sosok “Bobby” dalam Broken Strings.
Di sisi lain, Roby pun belum memberikan klarifikasi lanjutan terkait polemik endorsement yang menuai kecaman.
(tribunmataraman.com)