Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Khairul Amin
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Hasil 0-3 lawan PSIM Yogyakarta, Sabtu (10/1/2026) membuat Madura United menutup putaran pertama Super League 2025/2026 dengan buruk.
Kekalahan ini sangat terasa, karena bertepatan dengan momen spesial tim di hari ulang tahun Madura United ke-10, juga digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.
Kekalahan dari PSIM Yogyakarta membuat situasi Madura United sulit, menutup putaran pertama di peringkat 13 klasemen sementara atau hanya tiga strip di atas zona degradasi dengan bekal 17 poin.
Kekalahan tersebut juga harus dibayar mahal.
Dua pemainnya, Nurdiansyah dan Miswar Saputra menerima kartu merah.
Keduanya harus absen laga terdekat saat menghadapi Persija Jakarta pada 23 Januari 2026 mendatang.
Pelatih Madura United, Carlos Parreira tidak mau terlalu meratapi hasil buruk timnya di putaran pertama.
Pelatih asal Brazil itu yakin timnya bisa bangkit tampil lebih kuat di putaran kedua.
"Leg kedua kami dapat menurunkan pemain-pemain baru, tim pasti akan lebih kuat," kata Carlos Parreira penuh keyakinan, Senin (12/6/2026).
Madura United sudah mengenalkan dua rekrutan pemain asing baru untuk putaran kedua, Riquelme Sousa dan Junior Brandao.
Keduanya sudah mengikuti latihan tim beberapa pekan terakhir.
Baca juga: Dua Kartu Merah Warnai Laga Madura United vs PSIM Yogyakarta, Tuan Rumah Kalah 0-3
Junior Brandao bukan sosok baru, striker dengan tinggi 1,87 cm itu pernah menjadi andalan Madura United musim 2023/2024.
Bersama Madura United musim tersebut, Brandao mencetak 9 gol dan 2 assist dari 20 penampilan.
"Mereka sudah berlatih dengan kami sekurang-kurangnya tiga minggu. Mungkin lebih. Kami rencanakan dengan baik, kami akan lebih kuat," tegasnya.
"Kami memiliki lebih banyak pilihan untuk membangun tim di pertandingan berikutnya," pungkas pelatih berusia 45 tahun itu.

