SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Guna menekan angka kriminalitas serta meminimalisir pembuangan sampah liar yang kerap merusak estetika kota, Pemerintah Kota Palembang memutuskan untuk memperluas jangkauan pengawasan dengan menambah 100 titik CCTV baru di berbagai lokasi krusial.
Langkah strategis ini diambil agar pemerintah memiliki instrumen penegakan hukum yang kuat melalui rekaman digital, sekaligus mempercepat respon petugas dalam menangani titik banjir, kemacetan, hingga aksi balap liar yang mengganggu kenyamanan masyarakat.
Rencana ini dimatangkan dalam rapat koordinasi pemetaan titik CCTV yang digelar di Kantor Dinas Kominfo Palembang, Senin (12/1/2026), yang dihadiri sejumlah OPD yakni Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Perhubungan Kota Palembang dan Dinas Perkimtan Kota Palembang.
Kepala Dinas Kominfo Palembang, Adi Zahri menjelaskan, pemasangan CCTV ini bukan sekadar alat pantau biasa.
Baca juga: Jembatan Ampera Palembang Ditutup Saat Malam Tahun Baru, Warga Bisa Pantau Lewat CCTV, Ini Linknya
Teknologi ini akan menjadi "mata" pemerintah untuk memantau berbagai permasalahan kota.
"Kenapa kita berkoordinasi? Karena satu CCTV ini punya fungsi ganda. Selain memantau keamanan juga untuk memantau titik pembuangan sampah liar, titik banjir, hingga arus lalu lintas. Untuk keamanan, kita minta masukan dari Polresta dan Satpol PP untuk menentukan titik mana yang paling krusial," kata Adi.
Saat ini, Palembang sudah memiliki 41 CCTV, di mana 30 di antaranya sudah bisa diakses secara live oleh masyarakat.
Selain menambah unit baru, sambung Adi, Dinas Kominfo Palembang juga tengah menyiapkan Command Center. Pusat kendali ini nantinya tidak hanya memantau layar CCTV, tapi juga menjadi pusat pengaduan masyarakat dan integrasi pelayanan kelurahan sesuai arahan Wali Kota Palembang.
Sementara, Kepala Satpol PP Kota Palembang, Herison menegaskan, kehadiran CCTV ini akan mempermudah penegakan Perda Nomor 3 Tahun 2015.
Beberapa titik yang menjadi prioritas usulan Satpol PP meliputi daerah rawan kriminalitas, lokasi balap liar, anak jalanan hingga titik pembuangan sampah sembarangan yang sering viral di media sosial.
"Kawasan yang krusial di antaranya di Kawasan Air Mancur dan Jembatan Ampera, Simpang Talang Kelapa, Macan Lindungan dan Simpang Bandara, Angkatan 45, BKB," ujarnya
Selain itu, lanjut Herison, di kawasan lokasi rawan buang sampah liar juga diusulkan.
Bagi masyarakat yang masih nekat melanggar aturan, Herison memperingatkan rekaman CCTV bisa menjadi dasar untuk pemberian sanksi.
"Jika ada pelanggaran yang terpantau, personel kami akan langsung mendatangi lokasi. Kita akan lakukan sidang yustisi dan pelaku akan diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku," pungkasnya.

