Banjir Masih Menggenang, Begini Cerita Lansia dan Disabilitas di Banjar Hidup di Tengah Genangan
January 12, 2026 11:47 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, SUNGAI TABUK- Banjir yang melanda permukiman warga di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan sampai sekarang belum juga surut.

Ketinggian air yang merendam, kadang turun dan kadang kembali naik karena terdampak hujan dan air pasang sungai, seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Senin (12/1/2026).

Sejak satu Januari.  desa-desa di Kecamatan Sungai Tabuk terdampak banjir khususnya kawasan permukiman dekat dengan aliran sungai. Satu diantaranya, Desa Sungai Tabuk Keramat, Jalan Gerilya RT 02.

Banjir tidak kunjung surut, surut sedikit kembali naik saat hujan datang dan air pasang.

Baca juga: Sejumlah Daerah di Banjar Masih Banjir, Status Tanggap Darurat Diperpanjang Hingga 19 Januari

Wargapun pasrah dengan musibah mereka alami, sebagian dari mereka terpaksa mengungsi dan banyak dari warga tetap bertahan dirumah dengan membuat dipan darurat dari kayu dalam rumah untuk tidur.

Dengan keadaan seperti ini praktis aktivitas warga terganggu dan mereka khususnya lansia dan disabilitas nasibnya perlu bantuan untuk sementara bertahan hidup.

Nini Sawasah mengaku, dengan perahu jukung dan bambu ia mendorong perahu dengan tongkat bambu saat menjemput 2 orang cucunya saat pulang sekolah.

"Banjir di kampung kami sampai hari ini belum juga surut, air yang merendam rumah mencapai paha kaki, ucap 

Menurutnya, ini yang ia lakukan setiap hari menjemput cucu pulang sekolah.

Ia kasihan saja,  cucunya jika cucunya jalan kaki pulang menerobos banjir.

"Jadi mereka ini harus dijemput dengan jukung melewati genangan air yang merendam,"katanya.

Nini Sawasah mengaku, tetap bertahan di rumah karena membuat dipan darurat untuk tidur.

"Kami orang tua ini sangat memerlukan bantuan khususnya sembako,"tambah 

Bantuan pangan bagi korban banjir tidak hanya diperlukan oleh para mereka lanjut usia saja tetapi disabilitas juga perlu dan mereka wajib diperhatikan. 

Seperti halnya Fitri warga berkebutuhan khusus warga desa Sungai Tabuk Keramat RT 02. Wanita 23 tahun ini mengalami lumpuh fisik sejak lahir dan hanya duduk diatas kursi roda bertahan dirumahnya yang terendam banjir.

Merasa bosan di rumah Fitri meminta kakaknya, membawanya keluar rumah untuk jalan-jalan melihat kawasan yang kering.

Si kakak bernama Yadi dengan tulus membawa Fitri keluar rumah sambil mendorong kursi roda yang diduduki Fitri menerobos banjir, melintasi Jalan Gerilya yang terendam air hingga menuju tempat pengungsian yang daerahnya lebih tinggi.

Baca juga: Diadang Banjir, Jemaah Haul Guru Danau HSU Pilih Antre Naik Mobil Angkutan di Kandangan HSS

Yadi menuturkan, ' adiknya disabilitas dari lahir ' hari ini dia minta ajak jalan-jalan, ungkapnya,

"Banjir ini sudah 1 bulan lebih belum juga surut, kondisi seperti ini memutus aktivitas mencari nafkah, sedangkan kerja serabutan ' terpaksa menunggu adik, sedangkan ibu dirumah juga sakit kalau ayah sudah meninggal, ucap Yadi.

Kami sangat memerlukan sekali bantuan sembako untuk makan ' memang dalam seminggu ini ada dapat bantuan, tapi dirasa masih kurang karena, kita perlu makan setiap hari saat kondisi banjir dan bekerja untuk mencari nafkah juga tidak bisa, kemana lagi kami mengadu, ucap Yadi. (Banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto). 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.