Balikpapan, Kalimantan Timur (ANTARA) - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan terhubung dengan pipa gas Senipah—Balikpapan sepanjang 78 kilometer (km) yang akan mengalirkan pasokan bahan baku energi ke dalam kilang.

“Proyek RDMP ini adalah proyek yang terintegrasi antara hulu dan hilir yang kita mulai dengan struktur pipa Senipah sepanjang 78 km, yang menjadi pasokan untuk bahan baku menuju ke kilang ini,” kata Simon dalam peresmian RDMP Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur, Senin (12/1).

Sedangkan, untuk bagian hilir, RDMP terhubung dengan Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu KL yang bisa melayani distribusi BBM untuk Indonesia bagian timur.

RDMP Balikpapan sendiri telah mencapai beberapa tonggak penting terkait penyelesaian unit dan fasilitas pendukung, di antaranya Single Point Mooring (SPM) atau dermaga terapung untuk sarana tambat kapal-kapal pengangkut minyak mentah berukuran raksasa.

Selain itu, fasilitas utama kilang, yakni Crude Distillation Unit (CDU) dan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Fasilitas CDU merupakan unit pengolah minyak mentah dengan proses distilasi, sementara RFCC mampu mengubah residu menjadi produk yang bernilai tinggi.

Bagian lain dari RDMP adalah pembangunan dua tangki baru penyimpanan minyak mentah raksasa Lawe-lawe yang masing-masing kapasitasnya mencapai 1 juta barel.

“Hasil pengolahan Kilang Balikpapan akan menghasilkan kualitas yang lebih baik, berstandar Euro V yang berarti lebih ramah lingkungan dan mengurangi emisi,” kata Simon saat peresmian RDMP oleh Presiden Prabowo Subianto.

Ia juga memberikan apresiasi kepada ribuan Perwira Pertamina yang menjadi tulang punggung keberhasilan proyek RDMP Balikpapan.

Menurut dia, proyek itu tidak hanya tentang teknologi dan aset, tetapi juga tentang manusia yang bekerja dengan dedikasi tinggi di tengah kompleksitas, risiko, dan standar keselamatan kerja.

Ia mengatakan peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Balikpapan merupakan wujud nyata keberadaan Pertamina dalam menjalankan amanah sebagai soko guru dan tumpuan energi Bangsa Indonesia.

Peran itu menuntut keberanian untuk bekerja keras, disiplin dalam tata kelola, dan keteguhan untuk terus berinovasi demi kepentingan nasional.

“Kita dapat menunjukkan Indonesia dapat berdiri di atas kaki sendiri, kita dapat menentukan nasib kita dan menuju swasembada energi,” kata Simon.

Proyek RDMP Balikpapan itu memiliki nilai investasi sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp124,79 triliun (kurs Rp16.864).

Melalui pembangunan RDMP, kapasitas produksi BBM meningkat dari sebelumnya 260 ribu barel per hari (KBPD) menjadi 360 KBPD setara Euro V.