Kondisi Terkini Banjir Lamongan: 32 Sekolah Terendam Banjir, Guru Jemput Siswa Pakai Perahu
January 13, 2026 11:32 AM

 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN – Pendidikan tak boleh menyerah pada air. Di tengah kepungan banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero yang kian meluas, para guru di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), melakukan aksi heroik demi memastikan murid-murid mereka tetap bisa belajar.

Hingga Selasa (13/1/2026), intensitas hujan yang tinggi telah menyebabkan debit air meningkat drastis, merendam puluhan gedung sekolah di lima kecamatan. 

Aktivitas belajar mengajar pun terganggu, namun semangat para pendidik tetap menyala di tengah genangan.

Aksi Heroik Jemput Siswa Pakai Perahu

Pemandangan mengharukan terlihat di SDN Jelak Catur. Karena akses jalan terputus dan rumah-rumah warga terendam air, para guru dan perangkat masyarakat berinisiatif menjemput siswa langsung ke rumah mereka menggunakan perahu.

Kepala SDN Jelak Catur, Zaenal Mutakim, menjelaskan bahwa langkah ini diambil karena ruang kelas sebenarnya masih aman untuk digunakan, namun akses menuju sekolah sudah tidak bisa dilalui dengan berjalan kaki.

"Kami dari sekolah, dewan guru dan masyarakat berinisiatif menjemput anak dari rumah masing-masing memakai perahu. Kami ingin pembelajaran tetap terlaksana dengan baik karena ruang kelas masih bisa dipakai," ujar Zaenal, Selasa (13/1/2026).

BANJIR LAMONGAN - Para siswa di SD Negeri 2 Desa Pasi tetap masuk sekolah meski dalam kondisi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero yang kian meluas di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026).
BANJIR LAMONGAN - Para siswa di SD Negeri 2 Desa Pasi tetap masuk sekolah meski dalam kondisi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero yang kian meluas di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Selasa (13/1/2026). (Surya.co.id/Hanif Manshuri)

Sebaran Dampak: 32 Sekolah di 8 Kecamatan Terendam

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, dampak banjir kali ini cukup masif. Tercatat sebanyak 32 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 8 kecamatan terdampak luapan Bengawan Jero.

Adapun rincian sekolah terdampak meliputi:

  • Kecamatan Turi: 8 sekolah (Kondisi terparah di SDN Turi dengan air masuk kelas setinggi 20 cm)
  • Kecamatan Karangbinangun: 6 sekolah
  • Kecamatan Deket dan Glagah: masing-masing 5 sekolah
  • Kecamatan Kalitengah: 4 sekolah
  • Kecamatan Karanggeneng: 2 sekolah
  • Kecamatan Laren dan Modo: masing-masing 1 sekolah

Instruksi Dinas Pendidikan dan Bantuan BPBD

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Shodikin, telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan untuk memprioritaskan keselamatan dan segera mengamankan aset sekolah. Jika kondisi air terus meningkat, sekolah diarahkan untuk beralih ke pembelajaran daring (PJJ).

"Kami memastikan akan terus melakukan pemantauan agar layanan pendidikan tetap berjalan aman. Dokumen penting dan aset sekolah juga harus segera diamankan," tegas Shodikin.

Di sisi lain, Plt Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Moch Na’im, menyatakan pihaknya telah menyiagakan bantuan armada transportasi air di titik-titik krusial.

"Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan menyediakan bantuan perahu bagi para siswa di titik tertentu agar mereka tetap bisa menjangkau sekolah," kata Na’im.

Meski demikian, pihak sekolah seperti SDN 2 Pasi di Kecamatan Glagah masih dalam posisi waspada. 

Kepala SDN 2 Pasi, Ruhannah, mengaku masih menunggu instruksi otoritas terkait opsi meliburkan siswa, jika debit air terus merangkak naik dan membahayakan keselamatan anak-anak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.