TRIBUNMATARAMAN.COM, BLITAR - Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri melanjutkan pencarian korban diduga terjun ke Sungai Brantas di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Selasa (13/1/2026).
Korban, yaitu, DP (35), perempuan warga Jl Sulawesi, Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.
Tim gabungan menerjunkan dua unit perahu karet untuk mencari korban di Sungai Brantas.
Koordinator Unit Siaga SAR Malang Raya, Imam Nahrowi mengatakan, tim pencarian korban dibagi menjadi tiga tim.
Dua tim melakukan pencarian dengan cara menyisir sungai menggunakan perahu karet. Sedang satu tim melakukan pencarian di darat.
"Pencarian hari kedua ini kami fokuskan per titik di bawah jembatan dan di pusaran air. Kami menerjunkan dua perahu karet untuk menyisir arus sungai," kata Imam.
Dikatakannya, pencarian korban menggunakan perahu karet dilakukan pada jarak radius 5 kilometer dari titik awal korban diduga hanyut.
"Kondisi arus sungai lumayan deras, karena kemarin hujan. Ada 40 petugas gabungan yang ikut melakukan pencarian korban," ujarnya.
Menurutnya, sesuai satandar operasional, pencarian korban dilakukan maksimal tujuh hari.
Baca juga: Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Nganjuk Masuk Tahap II
Tapi, jika sebelum tujuh hari korban sudah ditemukan, maka proses pencarian akan ditutup.
"Mudah-mudahan petugas bisa segera menemukan korban," katanya.
Sebelumnya, DP (35), diduga terjun ke Sungai Brantas di Desa Tuliskriyo, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, Senin (12/1/2026).
Korban diduga sengaja menceburkan diri ke Sungai Brantas.
(Samsul Hadi/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik