Jakarta (ANTARA) - Tumpukan sampah lama di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, berkurang signifikan setelah dilakukan pengangkutan intensif selama lima hari terakhir oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur.

"Karena memang tumpukannya sudah sangat jauh berkurang, dari mulai setinggi enam meter, sekarang cuma tinggal sisa beberapa meter kubik saja. Ini tumpukan sampah lama, mudah-mudahan segera kita bisa tuntaskan," kata Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Sudin LH Kecamatan Kramat Jati Dwi Firmansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Dia menyebutkan penanganan masif dilakukan dengan mengerahkan ratusan armada truk menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, sehingga hampir seluruh sampah lama yang sempat menggunung kini telah diangkut.

"Dari tumpukan setinggi sekitar enam meter, sekarang tinggal sisa beberapa meter kubik saja. Kondisinya sudah jauh lebih kondusif," ujar Dwi.

Hingga hari ke-lima penanganan, kata dia, sekitar 168 truk telah dikerahkan untuk mengangkut sampah lama dengan total volume hampir 2.000 ton.

Pada Senin (12/1), Sudin LH Jakarta Timur kembali memploting 36 kendaraan dengan target pengangkutan tambahan sekitar 350 hingga 500 ton. Dengan skema pengangkutan dua rit, total sampah yang dapat diangkut diproyeksikan mencapai lebih dari 2.300 ton.

Pengurangan tumpukan sampah tersebut turut berdampak pada berkurangnya bau menyengat yang sebelumnya dikeluhkan warga sekitar pasar.

"Sekarang baunya sudah tidak seperti sebelumnya, hanya bau normal. Ini karena volume sampah lama yang membusuk sudah jauh berkurang," ucap Dwi.

Dia menuturkan pengangkutan difokuskan pada sampah lama yang telah mengalami pembusukan karena memiliki potensi bau yang lebih menyengat dibandingkan sampah baru yang masih segar.

Dalam proses pengurangan tumpukan sampah, sambung dia, petugas sempat menghadapi kendala teknis akibat kondisi sampah yang basah dan padat. Namun, dengan penggunaan alat berat untuk menggemburkan sampah, pengangkutan dapat berjalan lebih efektif.

Dia pun optimistis sisa sampah lama di Pasar Induk Kramat Jati dapat dituntaskan dalam waktu dekat. Setelah itu, pengelolaan kembali difokuskan pada pengangkutan rutin harian sehingga penumpukan sampah tidak kembali terjadi.

"Targetnya, hari ini kondisi sudah benar-benar terkendali," ucap Dwi.

Seperti diketahui, Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan lonjakan timbulan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat dituntaskan dalam waktu lima hari.

Langkah tersebut diambil menyusul peningkatan volume sampah secara signifikan selama musim buah, yang menyebabkan penumpukan di sejumlah titik kawasan pasar.

Sebanyak 25 armada perbantuan dikerahkan untuk melakukan penanganan sampah secara intensif agar akumulasi sampah tidak mengganggu aktivitas pasar dan lingkungan sekitar.

Armada pengangkut sampah diprioritaskan untuk melakukan dua rit pengangkutan per hari menuju TPST Bantargebang agar tumpukan sampah dapat segera terurai.

Dalam pelaksanaan perbantuan itu, Sudin LH Jakarta Timur mengerahkan 23 pengemudi, dua operator alat berat, serta empat pengawas lapangan.

Selain itu,, proses pengangkutan sampah juga melibatkan 13 unit kendaraan berat (dump truck), 10 unit tronton, dan dua unit sekop (shovel loader) untuk mempercepat proses pemindahan dan pengangkutan sampah di area pasar.

Pengangkutan sampah secara intensif itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda)Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan, kawasan komersial.