TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kota Serang kembali dilanda bencana banjir dan cuaca ekstrem, pada Senin (12/1/2026).
Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang, hingga Selasa (13/1/2026) pukul 10.30 WIB, tercatat sedikitnya 34 kejadian banjir dan sejumlah peristiwa cuaca ekstrem yang berdampak pada ribuan warga di enam kecamatan.
Meski kondisi cuaca di wilayah Kota Serang terpantau cerah berawan, genangan air masih ditemukan di berbagai permukiman warga.
Banjir terjadi di Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, Walantaka, dan Taktakan, dengan ketinggian air bervariasi antara 25 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter.
Wilayah terdampak terparah tercatat berada di Kecamatan Cipocok Jaya dan Kasemen. Di Komplek Grand Sutera, Kelurahan Panancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, banjir setinggi sekitar 80 sentimeter.
Sementara itu, di Lingkungan Tanggul Jaya, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, ketinggian air mencapai 120 sentimeter dan menyebabkan 167 warga harus mengungsi.
Baca juga: Daftar Nama Pejabat Pemkot Serang Dilantik di Royal Baroe Pakai Manajemen Talenta
Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu sembilan kejadian pohon tumbang yang tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Kasemen, Taktakan, Serang, Curug, Cipocok Jaya, dan Walantaka.
Seluruh kejadian pohon tumbang dilaporkan telah ditangani petugas, meski sempat mengganggu akses jalan dan merusak bangunan warga.
Tak hanya itu, cuaca ekstrem juga menyebabkan 14 kejadian rumah roboh atau rusak dengan tingkat kerusakan ringan hingga sedang.
Kerusakan umumnya terjadi pada bagian atap, dapur, dan dinding rumah warga, dengan total 15 rumah tercatat mengalami kerusakan.
Secara keseluruhan, dampak bencana di Kota Serang meliputi 1.658 kepala keluarga (KK) atau 6.105 jiwa terdampak, 1.579 rumah terendam banjir, 501 jiwa mengungsi, serta satu fasilitas umum berupa Pondok Pesantren Riyadul Barokah yang ikut terdampak.
"BPBD Kota Serang telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pemantauan cuaca melalui BMKG, monitoring wilayah terdampak, penurunan personel dan peralatan, evakuasi warga, penanganan pohon tumbang, hingga pendirian tenda pengungsian di Lingkungan Tanggul Jaya, Kecamatan Kasemen," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan.
"Pendataan lanjutan juga terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi," ujarnya.
BPBD Kota Serang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir dan cuaca ekstrem.
"Pengguna jalan juga diminta berhati-hati saat melintas di wilayah rawan longsor dan pohon tumbang," ucap Diat.