TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Upaya Tim Dokkes Polda Sulut melakukan identifikasi terhadap jenazah korban kebakaran Panti Werda Damai Manado akhirnya membuahkan hasil.
Tiga dari enam jenazah yang belum teridentifikasi tersebut berhasil diidentifikasi.
Kabbid Dokkes Polda Sulut AKBP Tasrif menuturkan, identifikasi dilakukan melalui data primer DNA.
Baca juga: Daftar Identitas 13 Jenazah Korban Meninggal Kebakaran Panti Werda Damai Manado yang Teridentifikasi
"Telah berhasil diidentifikasi," kata dia Selasa (13/1/2026) di RS Bhayangkara Manado, Sulut.
Itu artinya hingga saat ini sudah ada 13 jenazah yang berhasil teridentifikasi.
Tiga jenazah yang baru teridentifikasi tersebut masing-masing bernama :
1. Reni Mawuntu (79), perempuan yang beralamat di Sawangan, Airmadidi, Minut.
2. Rosye, perempuan berumur 85 tahun dengan alamat Malalayang, Manado.
3. Yeni Dendeng, perempuan berusia 67 tahun. Korban beralamat Kelurahan Kairagi Weru Manado.
Dikatakannya, korban akan diserahkan pada keluarga.
Ia menuturkan, total sudah ada 13 jenazah yang berhasil diidentifikasi.
Awalnya empat yang diidentifikasi. Kemudian enam.
"Dan ini tiga," kata dia.
Ungkap dia, masih ada tiga jenazah lagi yang belum teridentifikasi.
Amatan Tribun manado, Selasa (13/1/2026), dua peti jenazah korban Panti Werda diletakkan di depan ruang jenazah.
Di sampingnya duduk sejumlah anggota keluarga dan petugas.
Beberapa di antara mereka tengah mengurus administrasi.
Sebenarnya ada sebuah peti jenazah lagi. "Tapi sudah dibawa keluarga," kata seorang petugas.
Diketahui Panti Werda Damai terbakar pada 28 Desember 2025.
Sebanyak 17 penghuni Panti tersebut tewas.
Seorang penghuni tewas setelah mendapatkan perawatan luka bakar di RSUD Manado.
Sebagian besar korban kebakaran sulit dikenali hingga diperlukan tes DNA untuk melakukan identifikasi.
Sementara 15 korban yang selamat sudah menempati rumah penampungan sementara di depan Panti yang terbakar.
Apa itu tes DNA
Tes DNA atau tes genetik bisa dilakukan untuk berbagai kepentingan. Tak hanya mengetahui garis keturunan atau ras seseorang, tes DNA juga juga bisa mendeteksi penyakit tertentu.
Tes DNA terdiri dari beragam jenis dan masing-masing memiliki manfaat yang berbeda.
Manusia umumnya memiliki 46 kromosom di dalam setiap selnya.
Kromosom-kromosom tersebut tersusun dari DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribonukleat. DNA merupakan materi genetik yang menentukan sifat dan karakteristik fisik seseorang.
Ketika seseorang memiliki kelainan genetik atau DNA, misalnya karena penyakit turunan atau karena faktor lainnya, ia bisa mengalami penyakit tertentu.
Oleh karena itu, tes DNA penting dilakukan untuk mengetahui struktur genetik di dalam tubuh seseorang dan mendeteksi kelainan genetik. (ART)