TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Bacin Kudus kedapatan menjual pertalite campur air, Selasa (13/1/2026) pagi.
Kejadian ini diketahui setelah sejumlah konsumen komplain.
Pengawas SPBU Bacin Agus Purnomo mengatakan, pertalite tercampur air lantaran tutup tangki penyimpan pertalite di SPBU tersebut tidak tertutup rapat.
Saat hujan deras mengguyur Kudus, air masuk ke dalam tangki.
Saat SPBU mulai beroperasi pada Selasa (13/1/2026) pukul 05.00 WIB, konsumen mulai berdatangan.
Sekitar pukul 05.30 WIB, konsumen kembali datang untuk komplain lantaran motor mereka bermasalah diduga pertalite yang dibeli tercampur air.
Baca juga: Jalur Pantura Kudus Macet 4 Km Akibat Banjir di Ngembalrejo, Polisi Terapkan Buka Tutup Jalan
Mengetahui hal ini, pihak SPBU langsung menghentikan penjualan pertalite.
Mereka kemudian mengecek kondisi tangki peralite SPBU.
Ternyata benar, pertalite yang dalam tangki telah bercampur air.
"Saat itu sudah ada 10 pembeli, kami tanggung jawab atas pembeli tersebut termasuk ganti rugi," kata Agus saat ditemui di SPBU.
Agus mengatakan, saat ini, pertalite yang tersimpan di tangki SPBU tersisa sekitar 3.000 liter dari kapasitas 20.000 liter.
Tiga hari sebelumnya, SPBU tersebut baru mendapat kiriman pertalite.
Agus mengakui, kiriman pertalite ke SPBU tersebut dalam kondisi baik dan tidak tercampur air.
"Memang, tercampurnya di sini karena tutup tangkinya kurang rapat dan saat hujan deras kemasukan air," kata dia.
Baca juga: Banjir Bandang Sungai Setro Seret Mobil Warga Kedungsari Kudus, Pemilik Sempat Dengar Gemuruh
Agus memastikan, bahan bakar yang dijual dan tercampur air hanya pertalite.
Sementara, untuk BBM jenis pertamax, pertamax turbo, dan pertamina dex tidak tercampur air.
Pascakejadian ini, pengelola SPBU Bacin akan menguras tangki pertalite.
Kemudian, mereka akan berkoordinasi dengan Pertamina terkait kelanjutan operasional penjualan pertalite.
Laporan SPBU Bacin menjual pertalite campur air ditindaklanjuti Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus.
Mereka segera menerjunkan tim ke SPBU SPBU 43 593 18 Bacin itu guna mengecek kebenarannya.
Meski sudah mendapat pengakuan dari pengelola SPBU Bacin, petugas dari Dinas Perdagangan tetap mengecek dengan mengambil sampel pertalite dalam tabung satu liter pertalite.
Dari sampel yang diambil didapati pertalite masih tercampur air.
"Ini menunggu pembersihan dan dari petugas Pertamina," kata Pengawas Perdagangan dari Dinas Perdagangan Kudus, Atok Darmo Broto.
Baca juga: Menang Telak Lawan Persipal, Persiku Persembahkan untuk Korban Bencana Kudus
Atok melanjutkan, dengan adanya kasus tersebut pihaknya tidak bisa menjatuhkan sanksi.
Apalagi, pengelola sudah bersedia bertanggung jawab atas konsumen yang dirugikan.
Baginya, ini bagian dari iktikad baik SPBU.
"Hanya pertalite yang tercampur air, selain itu tidak," kata Atok. (*)