Cara Mencegah Leptospirosis, Angka Kematian Akibat Kencing Tikus Capai 12,8 Persen di Karanganyar
January 13, 2026 03:27 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR  – Sepanjang tahun 2025, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar menyoroti angka kematian akibat penyakit tular vektor dan zoonosis. 

Berdasarkan catatan hingga Minggu ke-53 tahun 2025, beberapa penyakit masih menimbulkan korban jiwa dan Leptospirosis menjadi penyakit dengan tingkat kematian tertinggi. 

Dalam catatan Dinkes Karanganyar, tercatat CFR Leptospirosis mencapai 12,8 persen, jauh melampaui target nasional yang ditetapkan di bawah 1 persen.

"Leptospirosis menjadi perhatian serius kami karena angka kematiannya sangat tinggi. Kasus didominasi laki-laki dan kelompok usia di atas 44 tahun, sehingga perlu deteksi dini dan penanganan cepat di fasilitas kesehatan,” ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Dwi Rusharyati.

Baca juga: Apa itu Leptospirosis? Penyakit yang Buat 5 Warga Boyolali Meninggal, Menyebar Melalui Kencing Tikus

Mengenal Leptospirosis dan Cara Pencegahannya

Leptospirosis adalah penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Leptospira, yang hidup di air dan tanah lembap serta bisa dibawa oleh hewan seperti tikus, anjing, sapi, dan lainnya.

Bakteri ini keluar melalui urin hewan pembawa, lalu mencemari lingkungan sekitar. Manusia bisa terinfeksi jika ada luka di kulit atau selaput lendir yang kontak dengan air atau tanah tercemar. 

Di Indonesia, leptospirosis sering muncul setelah banjir dan di daerah rawan genangan air.

Gejala leptospirosis terkadang mirip flu atau demam biasa, sehingga mudah disalah artikan.

Beberapa gejala yang sering muncul:

  • Demam tinggi, menggigil,
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot, terutama betis 
  • Mata merah atau konjungtiva merah
  • Kulit atau mata menguning 
  • Mual, muntah, lelah luar biasa 

Cara Sederhana Mencegah Leptospirosis

Hindari kontak dengan air atau tanah tercemar
Jangan berjalan atau bermain di genangan banjir, sungai atau tempat lembap yang tidak jelas kebersihannya. 

Gunakan alat pelindung diri
Bila bekerja atau berada di lingkungan berisiko, gunakan sepatu boot karet, sarung tangan, dan pakaian tahan air lainnya. 

Tutup luka dengan baik
Plester luka atau goresan agar tidak langsung terkena air/lumpur tercemar.

Jaga kebersihan lingkungan rumah
  - Buang sampah tertutup agar tikus tidak mudah mencari makanan
  - Pastikan saluran air dan drainase rumah tidak tersumbat, agar tidak ada genangan
  - Bersihkan area lembap di sekitar rumah
  - Kendalikan populasi tikus dengan perangkap, pengusiran, atau tindakan pengendalian hama lainnya 

Pastikan air minum aman
Rebus air atau gunakan metode desinfeksi jika sumber airnya belum jelas aman. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.