Sosok Pedagang Es Kelapa Muda di Gowa Antar 24 Anak, Ponakan, dan Cucu Daftar Haji
January 13, 2026 05:05 PM

SUNGGUMINASA, TRIBUN-TIMUR.COM — Pimpinan dan pegawai di kantor Kementerian Haji dan Umrah Gowa, di Jl Masjid Raya, Somba Opu, Sungguminasa, Gowa, Selasa (13/1/2026) pagi, heboh.

Sekitar 36 orang mengendarai 5 mobil dan belasan motor, tetiba masuk ke halaman kantor yang baru sehari resmi ditempati.

Ternyata, itu rombongan kerabat dari Haji M Ali (61), pedagang es kelapa muda di Sungguminasa.

“Kami datang untuk daftarkan anak, ponakan, dan cucu dapat porsi haji,” kata Haji Ali, sebagaimana dikutip Kepala Kantor Kemenhajumrah Gowa Haji Alim Bahri (53), Selasa siang.

Bukan 36 orang, Haji Ali khusus mendaftarkan 24 orang. 

“Sisanya ini hanya penggembira mengantar,“ ujar Haji Ali, yang sudah dua kali menunaikan ibadah haji, tahun 1996 dan 2012 lalu.

Jika mendafar hari ini, ke-24 kerabat pedagang pinggir jalan ini, akan melunasi sisa setoran dan berangkat tahun 2050.

Baca juga: Sistem Kuota Haji Berubah, Enam Daerah di Sulsel Terdampak

Riciannya, anak, cucu, saudara, kemenakan, dan keponakan.

Rincian nama-namanya:

1. St.Raidhatussa’Diah
2. Siti Nur Fadilla
3. Adhe Fahmi
4. Jumardi
5. Darwis
6. Sasnita
7. Ardi
8. Fauzan
9. Natasya
10. Adri Ansya
11. Anto
12. Sariani
13. Syifa
14. Naurah
15. Risda
16. Riska
17. Andi Esti
18. Andi Esi
19. Andi Evi
20. Ikha
21. Andi Husen
22. Zulkifli 
23. Fikram
24. Andi Ahmad

Usia mereka rerata 30 hingga 12-an tahun. 

Kebanyakan mereka masih mahasiswa, pelajar SMP dan SMA.

“Usia minimal pendaftar untuk dapat nomor porsi-kan harus 12 tahun,” kata Alim Bahri.

Di ruang depan kantor kemenhaj, satu per satu kerabat Haji Ali datang untuk memverifikasi syarat administratif, dan dokumen lain.

Rp 600 Juta

Petugas ini didampingi liaison officer dari bank penerima setoran haji, Bank Syariah Nasional (BSN) Cabang Gowa.

Dikonformasi, total setoran pendaftaran haji 24 kerabat pedagang es kelapa muda ini, lebih Rp 600 juta.

Untuk mendapatkan nomor porsi haji reguler, pendaftar menyetor minimal Rp25 juta.

Uang pendaftaran haji ini selanjutnya dikelola oleh badan pengelola keuangan haji (BPKH).

Di BPKH inilah, selanjutnya akan menambah jumlah subsidi biaya haji selama masa tunggu.

Mereka selanjutnya, jelas Alim Bahri,  mereka masuk daftar tunggu haji mencapai rerata 25 tahun.

Artinya, ke-24 kerabat pedagang es kelapa muda ini akan dapat panggilan pelunasan sekira tahun 2050.

Jika masuk masa pelunasan, saat dafar dibayar jemaah (Bipih) tiba tahun 2050, maka mereka menambah lagi sisa setoran  sekitar Rp54-56 juta (tergantung tahun dan wilayah).

Nominal dan masa tunggu ini tergantung waiting list per kabupaten. 

Dengan kuota haji Gowa kini daftar tahun 2025/2026 ini 1.413 calon jamaah haji (CJH).

Hingga akhir Desember yang melunasi biaya haji 2026 dari total kuota 1.163 orang.

Saat ini, berdasarkan ketetataon pemerintah dari nilai manfaat, dengan biaya penyelenggaraan haji (BPIH) total sekitar Rp87-93 juta. 

Selisih biaya daftar dan sisa setoran pelunasan disubsudi pemerintah dari  hasil keuntungan di BPKH.

Siapa Haji Ali

Haji Ali sejatinya urban kelahiran Bone, Sulsel.

Gowa jadi ladang kehidupan keluarganya. 

Dia sudah berdagang kelapa muda di Gowa, sejak tahun 1992.

Empat tahun dagang, dia naik haji tahun 1996.

Sejak 30 tahun lalu, usahanya dirintis hanya jualan di bahu jalan.

Dia menabung keuntungannya untuk jadi setoran awal dan pelunasan.

Pola inilah yang dia terapkan untuk ke-24 kerabatnya.

Alim Bahri, mengaku takjub dengan semangat dan antusiasme kerabat Haji Ali.

“Yang, bikin kita takjub sebab calon haji muda ini sangat mau dan sudah membayangkan di Tanah Suci.” ujar Alim yang juga alumnus IAIN SUDAN Kalijaga Yogyakarta ini. (*)


Laporan TribunGowa.com, Sayyid Zulfadli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.