TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIOMAS – Siapa sangka, bawang merah yang selama ini dikenal sebagai bumbu dapur utama dapat diolah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.
Di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bernama Bawang Goreng Ciomas berhasil membuktikan bahwa bawang merah bisa menjadi sumber penghasilan dengan omzet jutaan rupiah.
Bawang merah memang tidak pernah lepas dari berbagai masakan Nusantara.
Selain digunakan sebagai bumbu dasar, bawang merah goreng juga kerap menjadi pelengkap yang menambah cita rasa pada beragam hidangan.
Melihat potensi tersebut, Andri selaku owner Bawang Goreng Ciomas memulai usaha bawang goreng ini sejak satu tahun lalu.
Produk Bawang Merah Ciomas diproduksi langsung di Jakarta, kemudian didistribusikan ke sejumlah cabang, termasuk cabang Ciomas, Bogor.
Bawang goreng ini dikenal memiliki rasa gurih dan tekstur renyah, sehingga banyak diminati oleh konsumen.
Tak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, produk ini juga sering digunakan sebagai topping oleh pedagang kuliner, seperti penjual bubur, sate ayam, soto mie, soto ayam, hingga nasi uduk.
Ardi, staf karyawan Bawang Goreng Ciomas cabang Ciomas, mengatakan bahwa penjualan bawang goreng cukup stabil setiap harinya. Dalam sehari, mampu menjual puluhan toples bawang goreng kepada pelanggan.
“Dalam sehari penjualan bisa mencapai sekitar 70 toples. Paling sedikit biasanya sekitar 50 toples,” ujar Ardi saat ditemui di ruko tempat usaha.
Ia menjelaskan, salah satu keunggulan produk ini terletak pada bahan baku yang digunakan.
Bawang goreng diproduksi dari bawang merah asli pilihan, sehingga rasa bawang tetap terasa kuat meski sudah digoreng.
Selain itu, teksturnya yang renyah dan garing menjadi pembeda dibandingkan bawang goreng pada umumnya di pasaran.
Produk bawang goreng dikemas dalam toples dengan beberapa pilihan ukuran. Harga jual ditetapkan berdasarkan ukuran kemasan.
Satu toples bawang goreng dijual dengan harga mulai dari Rp8.000 hingga Rp12.000. Harga tersebut dinilai terjangkau, baik bagi konsumen rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.
Baca juga: Mysari Pala: UMKM Bogor yang Mengubah Buah Lokal Jadi Ragam Camilan dan Minuman Unik
“Untuk harga, kami menjual bawang goreng mulai dari Rp8.000 sampai Rp12.000 per toples, tergantung ukuran kemasan,” jelas Ardi.
Selain bawang goreng, Bawang Goreng Ciomas juga menyediakan berbagai produk camilan siap santap.
Beberapa di antaranya adalah usus goreng, ikan asin goreng, mie gulung, serta aneka camilan lainnya yang cocok dikonsumsi sebagai pelengkap makanan.
Dalam menjalankan usaha, pelaku UMKM ini menghadapi sejumlah tantangan.
Tantangan utama berasal dari perubahan harga bawang merah di pasaran.
Kenaikan harga bahan baku berdampak langsung pada biaya produksi bawang goreng.
“Tantangan terbesar itu ketika harga bawang merah naik, apalagi kalau melonjak tinggi. Hal tersebut bisa memengaruhi keberlangsungan produksi kami sebagai pelaku UMKM,” ungkap Ardi.
Meski demikian, Bawang Goreng Ciomas tetap berupaya menjaga kualitas produk dan keberlanjutan usaha.
Ke depan, Ardi berharap usaha ini dapat terus berkembang, meningkatkan kapasitas produksi, dan membuka cabang penjualan di daerah lain.
“Semoga ke depannya usaha ini semakin maju, produksi bertambah, penjualan terus meningkat, dan bisa membuka cabang di banyak tempat,” pungkasnya.
(Riga Fasya Dwi Jamaludin – Politeknik Negeri Jakarta)