Momen Gubernur YSK Sambut Hangat Kunjungan Ketua BPMS GMIM, Bahas Peran Strategis Lembaga Keagamaan
January 13, 2026 07:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID — Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menyambut hangat kunjungan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM beserta rombongan di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (13/1/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif.

Membahas peran strategis lembaga keagamaan dalam mendukung pembangunan daerah serta penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.

GUBERNUR YSK - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menyambut hangat kunjungan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM beserta rombongan di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (13/1/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif.
GUBERNUR YSK - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menyambut hangat kunjungan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM beserta rombongan di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (13/1/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif. (Tim YSK)

Gubernur YSK menyampaikan apresiasi atas kontribusi GMIM selama ini yang dinilai konsisten menjadi mitra pemerintah dalam menjaga keharmonisan, persatuan, serta membangun karakter masyarakat Sulawesi Utara.

Dirinya berharap BPMS GMIM terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai iman, kasih, dan persatuan.

"Sinergi antara pemerintah dan lembaga agama adalah kunci untuk mewujudkan pembangunan yang menyeluruh dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Sulawesi Utara,” ujar Gubernur YSK.

GUBERNUR YSK - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menyambut hangat kunjungan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM beserta rombongan di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (13/1/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif.
GUBERNUR YSK - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menyambut hangat kunjungan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM beserta rombongan di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (13/1/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif. (Tim YSK)

Menurut Gubernur, kolaborasi yang erat antara pemerintah dan gereja memiliki peran penting tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.

"Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan seluruh elemen keagamaan demi menjaga stabilitas daerah dan memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan," jelasnya

Sementara itu, Ketua BPMS GMIM Adolf Katuuk Wenas menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan hangat Gubernur Sulut.

GUBERNUR YSK - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menyambut hangat kunjungan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM beserta rombongan di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (13/1/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif.
GUBERNUR YSK - Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) menyambut hangat kunjungan Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM beserta rombongan di Kantor Gubernur Sulut, Selasa (13/1/2026). Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog konstruktif. (Tim YSK)

Ia menegaskan komitmen GMIM untuk terus mendukung program-program pemerintah yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

GMIM siap terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam menjaga persatuan, kedamaian, serta memperkuat nilai-nilai keimanan dan kasih di tengah masyarakat.

"Kami percaya, kerja sama yang baik antara gereja dan pemerintah akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah dan kehidupan sosial masyarakat,” kata Adolf Katuuk Wenas.

Tentang GMIM

GMIM atau Gereja Masehi Injili di Minahasa dimulai dari misi Protestan di Tanah Minahasa, berkembang menjadi bagian dari Indische Kerk.

Lalu akhirnya memproklamasikan diri sebagai gereja mandiri pada 30 September 1934.

GMIM menjadi gereja Protestan besar di Sulawesi Utara yang berakar kuat pada budaya lokal Minahasa, dengan lambang burung Manguni. 

Awal Mula (Abad ke-16/17)

Kekristenan Protestan masuk Minahasa melalui pengaruh VOC dan zending (misionaris) seperti R. Bosfert dan Nicolaas Graafland pada pertengahan 1850-an, membawa pelayanan dan baptisan ke wilayah tersebut.

Pelayanan Protestan di Minahasa bergabung dalam sinode yang lebih besar di bawah Indische Kerk (Gereja Protestan Hindia Belanda).

Pada 30 September 1934, gereja-gereja di Minahasa memisahkan diri dari Indische Kerk dan menjadi gereja mandiri yang disebut GMIM, menandai lahirnya sinode ini.

Selama delapan tahun pertama, kepemimpinan masih dipegang oleh pendeta-pendeta Belanda, seperti Pdt. Dr. E.A.A. de Vreede.

Sejak 1945, kepemimpinan beralih ke pendeta pribumi dengan terpilihnya Ds. A.C.R. (A.C.R. Lumenta), menandai era kepemimpinan lokal. 

Ciri Khas GMIM

GMIM sangat erat kaitannya dengan budaya Minahasa, menggunakan simbol burung Manguni (simbol kebijaksanaan dan pembawa pesan) sebagai lambangnya.

Menjadi salah satu denominasi Kristen Protestan paling berpengaruh dan besar di Sulawesi Utara hingga kini. 

Secara keseluruhan, GMIM adalah gereja yang mandiri dan berkembang dari sejarah zending di Minahasa, menjadi kekuatan rohani yang penting di Sulawesi Utara dengan identitas yang kuat. (Ren)

WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.