Mengintip Galeri Patrakomala di Braga City Walk: Pusat Produk UMKM Bandung Paling Estetik
January 13, 2026 06:11 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Putri Puspita

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Deretan produk fesyen, kriya, hingga kuliner khas Kota Bandung tertata rapi dan estetik di Galeri Patrakomala Bandung, yang berlokasi di lantai dasar Braga City Walk. 

Galeri ini menjadi etalase bagi lebih dari 55 produk UMKM Kota Bandung hasil kurasi dan pendampingan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung.

Pengurus Dekranasda Kota Bandung, Uji Fauziah, mengatakan Galeri Patrakomala dihadirkan sebagai ruang promosi sekaligus apresiasi bagi pelaku UMKM lokal yang telah melalui proses pembinaan. 

Produk-produk yang ditampilkan bukan sekadar barang dagangan, tetapi representasi dari kreativitas, inovasi, dan identitas Kota Bandung.

“Di galeri ini menampilkan brand-brand UMKM Kota Bandung yang sudah dikurasi dan didampingi oleh Dekranasda. Mulai dari fesyen, craft, sampai kuliner, semuanya memiliki keunikan dan kualitas yang siap bersaing,” ujar Uji saat ditemui, Selasa (13/1/2026).

Salah satu brand yang mencuri perhatian adalah Kisera, yang menghadirkan inovasi kerudung dengan empat warna dalam satu produk. 

Inovasi tersebut tak hanya diminati pasar lokal, tetapi juga telah mengantarkan Kisera mengikuti pameran ke luar negeri. 

Konsep praktis namun tetap modis menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen.

“Pengunjung yang datang kesini cukup beragam mulai dari pengunjung lokal, turis asing, hingga dekranasda dari berbagai daerah lainnya yang cukup kagum ketika melihat hasil umkm yang ditampilkan,” kata Uji.

Produk unggulan lainnya datang dari Sandal Geulis Bandung, yang dikenal dengan sentuhan tradisional dan kenyamanan, serta telah berkelana hingga pasar internasional. 

Dari sektor kriya, pengunjung juga dapat menemukan tas anyaman unik serta dompet yang dibuat dari limbah kain perca karya brand Tulatali, yang mengusung semangat keberlanjutan dan ramah lingkungan.

Galeri Patrakomala juga menampilkan beragam aksesori menarik seperti charm bag, jam tangan, hingga gelang dari manik-manik berwarna-warni yang dirancang dengan detail dan karakter kuat. 

Tak ketinggalan, oleh-oleh khas berupa anyaman angklung mini yang dapat dijadikan gantungan, menjadi pilihan cendera mata bernuansa budaya Sunda.

Komitmen terhadap konsep sustainability juga terlihat dari produk alat makan berbahan kayu, seperti sendok, garpu, dan mangkuk, yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetik dan ramah lingkungan.

Di sektor fesyen, kain batik Kota Bandung dikemas dengan potongan busana yang artistik dan modern, sehingga dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari tanpa meninggalkan nilai tradisionalnya. 

Perpaduan motif, warna, dan desain menjadikan produk fesyen di galeri ini terasa relevan dengan gaya hidup masa kini.

“Seperti kebaya yang dipamerkan disini tampilannya berbeda dengan kebaya lainnya karena dibuat lebih menarik dengan warna yang beragam,”ucapnya.

Untuk harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, ada mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu.

Galeri ini pun terbuka bagi masyarakat dan wisatawan yang ingin melihat langsung wajah kreativitas UMKM Kota Bandung dalam satu ruang yang representatif.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.